Kota Samarinda

Terowongan Samarinda Rampung, Siap Atasi Macet Gunung Manggah

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Kabar gembira bagi warga Kota Samarinda yang kerap terjebak macet di kawasan Sambutan dan Samarinda Ilir.

Kemacetan parah yang selama ini menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Otto Iskandardinata (Gunung Manggah) dan Jalan Sultan Alimuddin diprediksi akan segera terurai.

Proyek ambisius pembangunan Terowongan Samarinda kini telah rampung dan bersiap untuk resmi beroperasi. Untuk memastikan keamanan dan fungsinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini sedang menunggu konfirmasi akhir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait jadwal uji kelayakan.

Terowongan yang menembus kawasan Gunung Steleng ini nantinya akan menghubungkan langsung Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap.

Menanti Uji Kelayakan Pertengahan AgustusPengujian kelayakan ini ditargetkan berlangsung dalam dua pekan ke depan, tepatnya pada pertengahan Agustus 2026.

Proses ini menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar sebelum terowongan dibuka untuk masyarakat luas.

“Mudah-mudahan dalam dua pekan ini sudah terlaksana uji kelayakannya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti.

Sejauh ini, pembahasan teknis antara Pemkot Samarinda dengan pemerintah pusat berjalan sangat positif. Seluruh tahapan pengujian nantinya harus mengantongi persetujuan resmi dari Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK) Kementerian PUPR.

“Sejauh ini seluruh diskusi yang kami lakukan dengan kementerian hasilnya baik. Setelah uji kelayakan selesai, nanti kami menunggu hasilnya seperti apa dari kementerian,” tambah Neneng.

Fokus pada Fungsi, Penataan Lereng BertahapTerkait usulan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk penataan kawasan atas—termasuk pekerjaan regrading atau kelandaian lereng guna mengantisipasi longsor—Pemkot menegaskan hal tersebut belum menjadi prioritas utama saat ini.

Sebagai langkah mitigasi risiko awal, mulut terowongan telah diperpanjang terlebih dahulu. Penataan lereng atas yang merupakan area talus deposit (tumpukan material longsoran lama) akan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Tahun ini kami fokus untuk fungsi terowongan. Kalau nanti ada pekerjaan di atas pun tidak akan mengganggu arus karena terowongannya tetap bisa beroperasi,” tegas Neneng.

Target Operasional Akhir TahunJika seluruh proses pengujian berjalan mulus dan mengantongi rekomendasi dari Kementerian PUPR, terowongan pertama di Samarinda ini ditargetkan mulai berfungsi paling lambat akhir tahun 2026.

“Harapannya paling lambat akhir tahun sudah bisa difungsikan. Mudah-mudahan hasil uji kelayakannya bisa segera keluar sehingga operasionalnya juga bisa lebih cepat,” pungkas Neneng optimis. Kehadiran terowongan ini tentu menjadi kado manis yang sangat dinantikan warga untuk mobilitas kota yang lebih lancar. Red


Bagikan

Related Posts