DPRD Samarinda

Mengintip Cemas Warga Selili, Berkejaran dengan Waktu, Berharap pada Hidran Air

Bagikan

Samarinda, Solidaritas  – Menelusuri gang-gang sempit di Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, kita akan disuguhi pemandangan rumah-rumah kayu yang berdiri berhimpitan.
Di balik riuhnya aktivitas harian warga, tersimpan sebersit rasa cemas yang terus membayangi: ancaman bahaya kebakaran yang bisa datang kapan saja.
Kondisi geografis dan tata ruang yang padat ini membuat potensi bencana menjadi sangat tinggi. Sadar akan risiko besar yang mengintai, warga tidak tinggal diam. Mereka memanfaatkan momen bertatap muka dengan wakil rakyat untuk mencari solusi nyata demi keselamatan lingkungan mereka.
Saat menghadiri agenda reses Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, di lingkungan RT 25, warga secara terbuka menyuarakan isi hati mereka. Langkah penyelamatan dini yang mereka minta adalah pengadaan hidran air bersih di lingkungan pemukiman.
Keberadaan hidran air dinilai sangat krusial bagi kawasan Selili. Pasalnya, akses jalan yang sangat terbatas membuat mobil pemadam kebakaran berukuran besar dipastikan akan kesulitan menembus titik api jika sewaktu-waktu musibah melanda.
Kekhawatiran masyarakat ini memang bukan tanpa alasan. Mayoritas bangunan di RT 25 Selili masih didominasi oleh material kayu yang mudah terbakar. Jarak antar-rumah yang nyaris tanpa sekat membuat api bisa dengan sangat cepat melompat dan meluas.
Mendengar langsung keluhan yang sarat akan rasa khawatir tersebut, Suparno mengakui bahwa masalah proteksi kebakaran memang menjadi rapor merah yang paling sering ia terima saat turun ke lapangan. Ia menilai permintaan warga terkait hidran lingkungan ini adalah kebutuhan dasar yang mendesak demi mempercepat penanganan awal.
“Warga meminta adanya hidran air karena mereka khawatir jika terjadi kebakaran akan sulit ditangani cepat. Ini kawasan padat, akses juga terbatas,” ujar Suparno, Selasa (26/5/2026).
Politisi Samarinda ini menganggap usulan warga Selili sangat realistis. Berkaca dari sejarah Kota Samarinda yang beberapa kali didera musibah kebakaran pemukiman skala besar, fasilitas penunjang darurat sudah sepatutnya mulai diprioritaskan oleh pemerintah daerah.
Aspirasi ini dipastikan tidak akan menguap begitu saja di meja reses. Suparno menegaskan akan membawa usulan ini ke dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Samarinda.
Tujuannya agar dinas terkait dapat memetakan area mana saja yang masuk dalam zona merah rawan kebakaran dan membutuhkan hidran secepatnya.
“Kita akan koordinasikan dengan dinas terkait supaya bisa dilihat titik-titik mana yang memang membutuhkan hidran lingkungan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, warga juga menitipkan harapan agar pemerintah memperkuat sistem pencegahan dini (mitigasi), bukan sekadar bergerak responsif saat api sudah membesar.
Pada kesempatan itu Legislator dari partai Amanat Nasional ini berjanji akan terus mengawal dan memperjuangkan usulan tersebut sesuai dengan mekanisme penganggaran yang berlaku di DPRD Samarinda, demi menghadirkan rasa aman dan tenang bagi warga Selili. ADv

Bagikan

Related Posts