SAMARINDA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mencatatkan prestasi gemilang dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di sepanjang tahun 2025.
Di bawah kepemimpinan Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, lembaga ini berhasil melakukan tangkapan besar dengan menyita puluhan kilogram sabu, sebuah lonjakan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data capaian akhir tahun 2025, BNNP Kaltim berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 42.420,32 gram (42,4 kg). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan hingga lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan hasil tangkapan tahun 2024 yang tercatat sebesar 3,9 kg.
“Meskipun secara kuantitas berkas perkara tahun ini sebanyak 39 berkas dengan 36 tersangka, namun kualitas tangkapan dan volume barang bukti yang diamankan melonjak sangat signifikan,” tegas Brigjen Pol Rudi Hartono dalam keterangannya.
Selain sabu, petugas juga berhasil mengamankan 1.861 gram ganja dan 684 butir ekstasi. Peningkatan barang bukti ini membuktikan bahwa strategi intelijen dan pemetaan daerah rawan yang dilakukan BNNP Kaltim semakin tajam dan efektif dalam memutus mata rantai jaringan sindikat yang memanfaatkan posisi strategis geografis Kalimantan Timur.
Strategi Komprehensif: Program ANANDA dan Desa Bersinar
Brigjen Pol Rudi Hartono menjelaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar hasil kerja keras di lapangan, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan melalui Program ANANDA. Program ini mengintegrasikan lima pilar utama: Pencegahan, Pemulihan, Pemberdayaan, Ketahanan, dan Kolaborasi.
“Kami tidak hanya mengejar pelaku, tapi juga membangun benteng di masyarakat. Tahun 2025 ini kami telah membentuk enam Desa dan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Balikpapan, PPU, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang sebagai upaya deteksi dini berbasis komunitas,” tambahnya.
Capaian Kinerja di Atas Rata-Rata Nasional
Ketegasan dalam pemberantasan juga diimbangi dengan aspek pencegahan dan rehabilitasi. Sepanjang 2025, BNNP Kaltim telah melakukan tes urine terhadap 15.720 orang dan menjangkau 65.865 orang melalui sosialisasi edukatif. Dari sisi pemulihan, sebanyak 179 klien menjalani rawat jalan dan 145 klien mendapatkan layanan rawat inap.
Efektivitas kinerja BNNP Kaltim di bawah arahan Brigjen Pol Rudi Hartono tercermin dalam skor Indeks Kinerja Realisasi (IKR) yang mencapai 3.76. Angka ini melampaui standar nasional atau nilai IKR BNN RI yang berada di angka 3.52.
Menutup keterangannya, Brigjen Pol Rudi Hartono menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas instansi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Letak strategis Kaltim adalah peluang pembangunan, namun kami tidak akan membiarkan celah sekecil apa pun digunakan oleh jaringan narkotika. Kami bekerja dengan landasan ibadah demi masa depan generasi Kalimantan Timur,” pungkasnya.









