Kutai Timur, Solidaritas– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat fasilitas olahraga daerah melalui peningkatan sarana di Kawasan Stadion Kudungga. Area ini kini menjadi prioritas karena tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan stadion tersebut setiap hari.
Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruang utama hingga area penunjang di luar stadion. Langkah ini dianggap penting demi memastikan ruang olahraga tetap aman, nyaman, dan siap menampung kegiatan berintensitas tinggi.
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas inti telah diperbarui.
“Kursi-kursi tribun sudah ditata ulang, lampu sorot diganti yang lebih terang, dan lintasan atletik juga diperbaiki. Termasuk bak pasir untuk cabor lompat jauh kini tersedia dengan standar yang memadai,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa pembaruan ini bukan hanya perbaikan fisik semata, tetapi bagian dari rencana peningkatan kualitas kawasan olahraga secara bertahap. Dengan begitu, stadion dapat melayani lebih banyak kegiatan resmi maupun latihan rutin.
Lintasan lari yang ada kini sudah memenuhi spesifikasi nasional, baik dari segi panjang maupun jumlah jalur. Hal ini memungkinkan atlet lokal berlatih tanpa harus pergi ke luar daerah untuk mendapatkan fasilitas serupa.
Di sisi luar stadion, beberapa fasilitas pendukung kini turut dipercantik. Tempat duduk untuk pengunjung dan spot istirahat ditambahkan untuk membuat suasana lebih nyaman bagi masyarakat yang datang di pagi atau sore hari.
Taman bunga yang menghiasi bagian depan stadion menjadi elemen baru yang menarik perhatian. Penataan ini dilakukan agar kawasan olahraga tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan, tetapi juga menjadi ruang publik yang menyenangkan.
Dengan suasana yang semakin tertata, jumlah warga yang datang berolahraga terus bertambah. Bahkan banyak keluarga yang memanfaatkan area ini hanya untuk berjalan sore atau bersantai.
Hadri menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut terbuka untuk umum tanpa pungutan biaya apa pun.
“Kami tidak menarik biaya. Masyarakat bebas menggunakan lintasan, tribun, maupun area sekitarnya untuk olahraga atau sekadar duduk santai,” ujarnya.
Kebijakan akses gratis ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan fisik serta mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Pemkab Kutim menilai bahwa perbaikan berkelanjutan di Stadion Kudungga ini akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah, sekaligus memperkuat fungsi stadion sebagai ruang publik yang ramah dan inklusif.(ADV)








