Kutai Timur, Solidaritas – Upaya penguatan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Kaliorang semakin dipercepat melalui pembangunan fasilitas Meet and Build Kids (MBK) di dua desa. Program ini ditargetkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih modern, terarah, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Meski sarana tersebut masih dibangun menggunakan sistem kontrak rumah warga, pendekatan itu justru dianggap solusi paling cepat untuk menghadirkan ruang layak sebelum pembangunan permanen direalisasikan.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan terstruktur, jadi penyediaan fasilitas sementara pun harus memenuhi standar kenyamanan,” ujar Camat Kaliorang, Rusmono.
Ia menegaskan bahwa keberadaan MBK sangat penting sebagai fondasi pendidikan jangka panjang, terutama karena masih minimnya infrastruktur bagi anak usia dini di beberapa desa.
Pembangunan fasilitas ini menjadi prioritas lantaran banyak orang tua berharap adanya tempat belajar yang bisa menampung lebih banyak anak dan memiliki program pembinaan yang jelas.
Selain itu, percepatan pembangunan MBK juga dilakukan untuk mengurangi kesenjangan layanan pendidikan dasar antarwilayah di Kaliorang.
Rusmono menambahkan bahwa program MBK memiliki peran besar dalam menyiapkan anak-anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, termasuk dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan itu menjadi dorongan agar pembangunan MBK tidak ditunda lagi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyinggung persoalan pendidikan lain di wilayahnya, yakni keterbatasan sekolah kejuruan yang masih menjadi tantangan berat.
Menurutnya, pembangunan SMK baru memang dibutuhkan, tetapi prosesnya tidak bisa dilakukan cepat karena kewenangan penuh berada di tingkat pemerintah provinsi.
Dengan sejumlah kebutuhan pendidikan yang mendesak, pemerintah kecamatan berharap program MBK yang kini dikebut dapat menjadi langkah awal peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kaliorang.(ADV)









