Kutai Timur, Solidaritas – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan kembali mengalami jeda setelah sejumlah kebutuhan dasar belum dapat dilanjutkan. Pemerintah daerah memastikan bahwa konstruksi lanjutan baru bisa dikerjakan setelah pembiayaan berikutnya tersedia.
Tahapan pembangunan gedung layanan pelabuhan, fasilitas keberangkatan, ruang penyimpanan barang, hingga sistem suplai air bersih masih menunggu penyesuaian anggaran.
“Kawasan ini belum memasuki fase operasional, jadi warga boleh memanfaatkannya selama tidak mengganggu rencana ke depan,” ucap Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.
Penundaan tersebut erat kaitannya dengan kebijakan efisiensi pada APBD 2025. Prioritas belanja dialihkan sehingga beberapa konstruksi utama di Kenyamukan tidak dapat berjalan sesuai jadwal awal.
Menariknya, jeda ini justru memberi fungsi baru bagi area pelabuhan. Alih-alih sepi, tempat tersebut berubah menjadi tujuan rekreasi warga yang mencari suasana berbeda untuk berkumpul.
Akses menuju lokasi juga menjadi alasan pengunjung terus berdatangan. Jalan yang mengarah ke Kenyamukan sudah memiliki kualitas baik dan lebar yang mendukung mobilitas kendaraan secara nyaman.
Selain itu, penerangan di sepanjang jalur masuk dan titik-titik sekitar dermaga menciptakan rasa aman bagi warga yang datang hingga malam hari.
Bagian paling ramai berada di ujung dermaga. Warga kerap memancing, menikmati angin laut, atau sekadar menunggu langit berubah jingga saat matahari tenggelam.
Nuansa tenang dari ombak yang berpadu dengan panorama laut membuat area tersebut memiliki daya tarik yang tidak ditemukan di pusat kota.
Meski begitu, pemerintah mengingatkan bahwa pemanfaatan ini hanya berlangsung sementara.
“Ketika pelabuhan benar-benar diaktifkan, pengaturan baru akan diberlakukan demi menjaga keamanan wilayah kerja pelabuhan,” jelas Mahyunadi.
Dengan kondisi sekarang, Kenyamukan menjadi contoh bagaimana sebuah proyek besar yang tertunda bisa memiliki kehidupan alternatif yang tetap bermanfaat bagi masyarakat.
Area ini, sambil menunggu pembangunan dilanjutkan, tidak hanya menjadi tempat bersantai tetapi juga menjadi ruang publik terbuka yang paling sering dikunjungi warga Kutim belakangan ini.(ADV)









