Samarinda, Solidaritas-Tim Inafis Polresta Samarinda dan Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Aw Syahranie Samarinda melakukan Autopsi di kuburan Muslimin km 4 Loa Janan untuk memastikan penyebab kematian bocah 13 tahun di Samarinda , Jumat (21/11/2025)
Autopsi dilakukan sekitar pukul 8.45 menit di pimpin oleh dokter forensik RSU Aw Syahranie dr Kristin. Tampak hadir di pemakaman Muslimin Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, dan keluarga korban.
Kapolresta Samarinda Hendri Umar kepada Wartawan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim forensik.
“Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan tim Forensik, ” Katanya.
Sementara itu sebelumnya diketahui bahwa kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian siswa SMP seorang 14 tahun dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisian.
Dalam laporannya diungkapkan bahwa korban telah mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh temannya sendiri pada minggu (26/10/2025) saat korban berkunjung kerumah temannya di kawasan Kelurahan Tani Aman, Loa Janan Ilir.
Setelah itu korban pulang dalam kondisi menangis dan memegangi perut dan kepala. Saat itu, keluarga korban tidak curiga apa-apa dan hanya memberikan minyak kayu putih untuk mengurangi sakit kepala.
Namun setelah tiga jam dirumah korban diketahui menghembuskan nafas terakhirnya.
Namun, keesokan harinya, keluarga menemukan luka lebam di belakang korban dan mata kiri yang bengkak. Setelah itu, keluarga mulai curiga dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian.
Red









