Kab. Kutai Timur

BPBD Kutim Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Wujudkan Penanganan Bencana yang Terpadu

Bagikan

Kutai Timur, Solidaritas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketanggapan dalam menghadapi bencana. Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh instansi terkait dapat bergerak secara terpadu saat terjadi situasi darurat.

Koordinasi menjadi elemen penting dalam sistem penanggulangan bencana daerah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kegiatan wajib yang meliputi pencarian dan pertolongan, kesiapan logistik, serta patroli rutin ke wilayah yang berpotensi mengalami bencana.

“Setiap kegiatan kami dasarkan pada prinsip cepat, tepat, dan terkoordinasi. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dengan Basarnas dan dinas-dinas teknis agar tidak terjadi tumpang tindih penanganan,” jelasnya.

BPBD juga sedang mengembangkan sistem pelaporan cepat atau push-down log, yang berfungsi menyalurkan laporan dari masyarakat, media, dan petugas lapangan secara terpusat.

Dengan sistem ini, setiap informasi yang masuk dapat segera diolah dan disampaikan kepada pimpinan untuk menentukan langkah tindak lanjut.

Selain memperkuat sistem pelaporan, BPBD Kutim juga menyiapkan pembentukan kluster penanganan bencana sesuai arahan dari BNPB.

Kluster ini mengelompokkan berbagai sektor penting seperti logistik, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur agar setiap instansi memiliki peran yang jelas saat bencana terjadi.

“Dengan sistem kluster, kita bisa tahu sumber daya mana yang dimiliki setiap OPD dan perusahaan. Jadi ketika bencana datang, kita tinggal aktifkan struktur yang sudah terbentuk,” ujar Naim.

Tahun 2026, BPBD Kutim berencana memantapkan satu kluster terlebih dahulu sebelum memperluasnya ke sektor lain.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan kelembagaan agar koordinasi semakin cepat dan efisien.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, BPBD tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan program wajib tersebut.

Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci utama agar Kutim semakin siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(ADV)


Bagikan

Related Posts