DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Menemukan Keindahan Kutai Kartanegara, Wisata Alam dan Budaya yang Luar Biasa

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas–  Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyimpan potensi wisata yang luar biasa beragam dan mempesona. Dari keindahan alam hingga kekayaan budaya, Kukar menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Dengan keberagaman potensi wisata yang dimiliki, Kukar menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.,

Kukar memiliki keindahan alam yang memukau, mulai dari hutan tropis yang rimbun hingga sungai-sungai yang jernih dan indah. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Kukar melalui berbagai aktivitas seperti hiking, rafting, atau sekadar menikmati pemandangan alam yang spektakuler.

Selain keindahan alam, Kukar juga memiliki kekayaan budaya yang kaya dan beragam. Wisatawan dapat menikmati pertunjukan seni tradisional, mengunjungi museum, atau mengikuti festival budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat lokal. Dengan demikian, Kukar menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman budaya yang autentik dan mendalam.

Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar,  memiliki sebuah waduk yang sudah lama menjadi bagian penting kehidupan warganya. Waduk ini dibangun pada tahun 1970-an dan hingga kini masih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Separi, Sugianto, menuturkan bahwa keberadaan waduk ini bukan hanya sebatas untuk menampung air. Sejak dulu, waduk ini telah mendukung sektor pertanian, perikanan, hingga menjadi tempat aktivitas warga sehari-hari.

“Waduk ini memiliki potensi besar di bidang wisata, lanskap alamnya yang masih hijau dan suasana pedesaan yang asri dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi lokasi rekreasi keluarga maupun arena olahraga air,”kata Sugianto.

Dulunya lanjut Sugiarto waduk ini mampu mengairi persawahan seluas 600 hingga 1.000 hektare. Aliran airnya menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Desa Separi, Bukit Pariaman, hingga Sukamaju.

“Airnya mengalir ke Desa Separi, ada juga yang ke arah Desa Bukit Pariaman, dan sebagian ke Desa Sukamaju. Buangannya kembali ke Separi sehingga sekitar 80 hektare sawah di sini juga ikut mendapat manfaat,” jelas Sugianto.

Selain sebagai sumber irigasi, waduk ini juga mendukung perikanan warga. Ketika musim kemarau dan air mulai surut, masyarakat memanfaatkan momen itu untuk panen ikan yang melimpah. Sebaliknya, ketika air pasang dan banjir, mereka mengalihfungsikan lahan untuk bertanam padi atau melepas bibit ikan.

“Dulu masyarakat Separi merasakan benar manfaat waduk ini. Saat air surut, aman untuk bertani. Ketika air tinggi, mereka bisa memelihara ikan. Jadi benar-benar menjadi tumpuan hidup warga di sini,” kenangnya.

Namun seiring waktu, kondisi waduk tidak lagi seprima dulu. Menurut Sugianto, tanpa perbaikan dan rehabilitasi, manfaat waduk bisa semakin berkurang. Padahal, keberadaan waduk sangat krusial untuk mendukung ketahanan pangan desa dan menjaga ekosistem lingkungan sekitar.

“Sudah saatnya waduk ini diperhatikan kembali. Bukan hanya untuk menjaga tradisi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari waduk, tapi juga untuk memastikan sektor pertanian dan perikanan tetap berjalan,” tegasnya.

Dengan penataan dan penambahan fasilitas pendukung lanjut Sugianto, waduk ini bisa menjadi salah satu destinasi unggulan desa. Masyarakat Desa Separi berharap waduk yang penuh nilai sejarah itu tetap dijaga dan diberdayakan sebagai sumber kehidupan dan potensi wisata desa.

Sugianto menilai bahwa waduk ini memiliki potensi besar di bidang wisata. Lanskap alamnya yang masih hijau dan suasana pedesaan yang asri dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi lokasi rekreasi keluarga maupun arena olahraga air.

Dengan penataan dan penambahan fasilitas pendukung, waduk ini bisa menjadi salah satu destinasi unggulan desa. Masyarakat Desa Separi berharap waduk yang penuh nilai sejarah itu tetap dijaga dan diberdayakan sebagai sumber kehidupan dan potensi wisata desa. ADV/DPMDKukar/Sup


Bagikan

Related Posts