Agus Priyono, petani asal Batuah Kabupaten Kutai Kartanegara yang memberikan kiat suksesnya kepad apetani Selerong mengatakan, sektor perkebunan di Selerong memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan kondisi tanah yang subur dan iklim yang mendukung, Selerong dapat menjadi sentra perkebunan yang produktif dan menguntungkan. Berbagai jenis tanaman perkebunan dapat tumbuh dengan baik di daerah ini, seperti kelapa sawit, karet, dan kopi.
Pengembangan sektor perkebunan di Selerong dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Dengan adanya perkebunan, masyarakat dapat memiliki kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, perkebunan juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah melalui pajak dan retribusi.
Selain manfaat ekonomi, pengembangan perkebunan di Selerong juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya perkebunan, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap fasilitas sosial dan infrastruktur, seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
“Selerong memiliki potensi mengembangkan buah krentongan yang cukup banyak di daerah ini, Krentongan merupakan salah satu spesies sejenis dengan durian, sehingga layak dikembangkan, karena buah krentongan merupakan buah khas dan banyak ditemukan didesa Selerong,” kata Agus usai memberikan teknik bertanam kepada masyarakat Selerong untuk mengembangkan buah Krentongan Jumaqt (10/10/2025).
Agus mengatakan bahwa pengembangan perkebunan di Selerong juga dapat dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan, Selerong dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor perkebunan yang ramah lingkungan.
“Untuk mengembangkan sektor perkebunan di Selerong, perlu dilakukan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif dari masyarakat. Sehingga Selerong dapat menjadi sentra perkebunan yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan,” Jelas Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa Krentongan termasuk dalam 18 jenis durian yang tumbuh di hutan Kaltim.
Durian Kertongan jelas Agus , masih terus dinikmati karena memiliki ciri khas rasa yang unik dan buah yang khas. Rasa manis dan sedikit pahit pada durian Kertongan membuatnya menjadi favorit bagi banyak orang. Selain itu, tekstur daging buah yang tebal dan lembut juga menambah kesenangan saat menikmatinya.
Durian Kertongan juga memiliki keunikan dalam bentuk dan ukuran. Buahnya yang kecil dengan duri yang panjang dan tajam membuatnya mudah dikenali. Meskipun ukurannya kecil, namun durian Kertongan memiliki rasa yang kuat dan aroma yang khas.
Banyak orang yang mencari durian Kertongan karena rasanya yang tidak biasa. Durian ini tidak terlalu manis seperti beberapa jenis durian lainnya, namun memiliki rasa yang lebih kompleks dengan sedikit pahit. Hal ini membuatnya menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Durian Kertongan juga memiliki penggemar setia yang terus mencari buah ini setiap musimnya. Mereka yang telah mencoba durian Kertongan seringkali menjadi penggemar berat dan tidak akan puas jika tidak mendapat kesempatan mencicipinya lagi. Kesetiaan penggemar durian Kertongan ini menjadi bukti bahwa buah ini memang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis durian lainnya.
Pada hari ini lanjut Agus , kami berupaya untuk membantu masyarakat desa Selerong untuk melakukan okulasi dilakukan untuk meningkatkan mutu tanaman atau memperbanyak tanaman, dengan cara menempelkan mata tunas dari batang awal dan batang lain.
Hal ini dilakukan agar dapat memperbanyak tanaman yang dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman baru dengan sifat-sifat yang sama dengan tanaman induknya. Dalam hal ini, stek dapat digunakan untuk menggabungkan sifat-sifat baik dari durian biasa dan Kertongan, sehingga dihasilkan durian baru dengan rasa yang unik dan lezat.
Namun, perlu diingat bahwa proses stek tidak selalu berhasil, dan hasilnya dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti kualitas tanaman induk, teknik stek yang digunakan, dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan percobaan yang lebih lanjut untuk memastikan keberhasilan proses stek dan menghasilkan durian baru dengan rasa yang diinginkan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan agar masyarakat desa Serlerong mampu meningkatkan pendapatanya sekaligus mampu membuat sentra pengembangbiakan buah krentongan di Kutai Kartanegara, selain bisa menjadi desa Mandiri , juga bisa menjadi kunjungan wisata bagi para pecinta durian yang ingin menikmati sensasi buah durian yang unik seperti Krentongan,” tegas Agus.
Sementara itu Roby, tokoh pemuda Desa Selerong, menyambut baik informasi yang disampaikan oleh Agus tentang potensi pengembangan pertanian di desa mereka. Ia percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan oleh Agus dapat menjadi bekal berharga bagi para petani di Desa Selerong untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bertani.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, para petani di Desa Selerong dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Roby berharap bahwa dengan adanya dukungan dan bimbingan yang tepat, para petani di Desa Selerong dapat terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka dalam bertani.
“Harapanya Pemerintah desa Selerong bersama pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Kukar Idamkan Terbaik mendukung kawasan desa Selerong menjadi kawasan budi daya durian jenis Kertongan yang tidak banyak berada didaerah lain kecuali didesa Selerong,” tegas Roby.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kukar Arianto yang ditemui ditempat terpisah mengatakan bahwa Pemkab Kukar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan pembangunan desa melalui strategi kolaboratif lintas sektor, atau yang dikenal sebagai Supra Desa. Pendekatan ini dianggap krusial karena banyak kebutuhan pembangunan desa yang berada di luar jangkauan kewenangan pemerintah desa itu sendiri.
Melalui pendekatan lintas sektor yang kuat ini, Pemkab Kukar optimis bahwa seluruh desa di wilayahnya dapat bergerak bersama menuju status desa mandiri. Arianto menegaskan, proses ini akan terus berjalan secara bertahap, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
“Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi dan dukungan masyarakat, kami percaya setiap desa di Kukar dapat mencapai kemandirian dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warganya,” tegas Arianto. ADV/DPMDKukar/Rian










