Kutai Kartanegara,Solidaritas- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur telah berhasil menurunkan prevalensi stunting secara signifikan. Prevalensi stunting turun dari 27,1% pada 2022 menjadi 17,6% pada 2023, dan turun lagi menjadi 14,6% pada 2024.
Pemkab Kukar akan terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting melalui integrasi secara menyeluruh di setiap lini. Upaya yang dilakukan Pemkab Kukar dengan memaksimalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) hal itu terus dilakukan untuk terus menekan prevalensi stunting.
“Program Genting diarahkan pada dua hal, yakni dalam bentuk nutrisi dan non-nutrisi. Untuk nutrisi berupa pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak, ibu hamil, dan ibu menyusul,” kata Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar Dafip Haryanto di Tenggarong, Rabu (18/06/2025)
Program ini diarahkan pada dua hal, yakni dalam bentuk nutrisi dan non-nutrisi.
Program nutrisi berupa pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sementara itu, program non-nutrisi berupa bantuan pembayaran BPJS Kesehatan bagi keluarga yang tidak mampu, termasuk di dalamnya keluarga yang memiliki balita, serta memberikan edukasi dan pencegahan stunting.
“Untuk percepatan ini, Pemkab Kukar dari tahun ke tahun pun melakukan berbagai langkah strategis, sebagai upaya menurunkan prevalensi stunting. Sekarang bisa kita lihat hasilnya, terjadi penurunan angka stunting yang signifikan,” jelas Dafip.
Edukasi dan sosialisasi dipandang penting karena stunting terjadi juga karena kurangnya pemahaman orang tua terhadap pola konsumsi dan pola asuh.
Pemkab Kukar telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting, termasuk sosialisasi kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di masing-masing kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD). ADV/DiskominfoKukar/IL









