Penajam Paser Utara, Solidaritas – Teknologi tepat guna (TTG) adalah teknologi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat lokal, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Apresiasi terhadap TTG dapat diberikan melalui kegiatan seperti gelar teknologi, lomba inovasi, penghargaan, dan pelatihan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto yang menghadiri Gala Dinner dalam rangka kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu malam (29/04/2025) memberi apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten PPU selaku tuan rumah atas penyambutan hangat serta terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis bagi pengembangan inovasi desa.
Acara seperti “Gelar Teknologi Tepat Guna” bertujuan untuk mengenalkan TTG yang telah ditemukan dan diciptakan, serta memberikan apresiasi kepada para penemu. Acara ini juga dapat menjadi ajang untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang perkembangan TTG dan manfaatnya
Dan atas nama pemerintah ia mengaku bangga atas keterlibatan perwakilan dari tiga desa di Kukar dalam ajang ini.
Arianto mengatakan dari ketiga desa ini masing-masing membawa berbagai inovasi, seperti teknologi pertanian sederhana, pengolahan produk cokelat lokal, hingga Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) yang aktif dan kreatif.
“Kami merasa terhormat bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan TTG ini. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk saling berbagi inovasi, memperkenalkan produk unggulan desa, serta memperkuat jejaring antardaerah,” kata Arianto.
Dirinya menyebutkan Kukar mengirimkan tiga desa sebagai delegasi, yakni Desa Batuah, Desa Cipari Makmur sebagai perwakilan kategori inovasi unggulan dan Lung Anai sebagai perwakilan olahan produk unggulan.
Desa Batuah membawa inovasi berupa Pengolahan Sampah (IPAS) yang menggunakan drum bekas. IPAS ini merupakan produk unggulan dari Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Desa Batuah yang memiliki fungsi mengolah sampah yang sudah dipilah menjadi produk yang bermanfaat. Di antaranya adalah kompos, pupuk cair, dan bahan dasar untuk kerajinan tangan. Inovasi ini dirancang sederhana namun sangat fungsional, sehingga dapat diaplikasikan dengan mudah dan murah di tingkat rumah tangga.
Untuk kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna Modifikasi Alat Bajak Sawah, Ilin Kuspilin dari Dusun Cipari, Desa Cipari Makmur, Kecamatan Muara Kaman, mewakili Kukar dengan karyanya GLEBEK CIPARIAN.
Kemudian untuk kategori Olahan Khas Daerah, Kukar juga akan menampilkan Cokelat L.A, dari Desa Budaya Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu. Produk ini berbahan dasar kakao lokal yang dikembangkan oleh Lukas Nay, MA, dan sudah cukup dikenal saat ini.
“Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa desa-desa di Kukar punya potensi besar dalam inovasi teknologi tepat guna maupun pengembangan produk lokal berbasis kearifan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arianto beranggapan kegiatan TTG ini bukan sekadar perlombaan, melainkan juga bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis komunitas.
Karena itu dirinya berharap, melalui forum seperti ini, sinergi antarpemerintah kabupate kota di Kaltim semakin kuat, terutama dalam mendukung UMKM desa.
“Produk-produk unggulan yang kita tampilkan mudah-mudahan bisa menarik minat dari peserta lain, membuka peluang kolaborasi dan pemasaran yang lebih luas,” tutup Arianto.ADV/DPMD Kukar/Li










