News

Disnakertrans Kaltim: Hari Buruh Eratkan Hubungan Industrial

Bagikan

Samarinda,Solidaritas – Hari Buruh ditetapkan untuk merayakan kerja keras dan prestasi kelompok buruh . Ini adalah satu hari yang sepenuhnya dikhususkan untuk kelas buruh. Banyak negara merayakan hari ini pada hari yang berbeda. Namun, di sebagian besar negara, hari ini jatuh pada tanggal 1 Mei yang kebetulan merupakan Hari Buruh Internasional.

Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional yang diselenggarakan di Paris, Prancis, memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day.

Rozani Erawadi  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Timur menyatakan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan industrial di provinsi itu.

“Hubungan industrial mencakup interaksi konstruktif antara pekerja, pengusaha dan pemerintah terkait isu-isu ketenagakerjaan. Peringatan ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, baik formal maupun informal, seperti jalan sehat,” kata Rozani di Samarinda, Kamis (1/5/2025).

Disnakertrans Kaltim memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang diajukan oleh pekerja, terutama jika perayaan tersebut direncanakan secara formal dalam rangka menyambut Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.

Hari Buruh Internasional memiliki sejarah panjang, diperingati sejak tahun 1889 sebagai pengingat perjuangan pekerja dalam menuntut hak dan keadilan, yang bermula dari unjuk rasa di Chicago, Amerika Serikat pada 1 Mei 1886.

Rozani mengakui bahwa pekerja di Kaltim saat ini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk peningkatan jumlah angkatan kerja, dominasi sektor informal, serta perlunya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang pesat.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya terus berupaya menciptakan lapangan kerja yang layak, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memberikan perlindungan sosial yang memadai, khususnya bagi pekerja di sektor informal.

“Sebagai pemerintah, kami berkomitmen memfasilitasi hal tersebut,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret dalam tantangan tenaga kerja di Kaltim, pihaknya juga menargetkan sebanyak 1.500 pencari kerja per tahun untuk sertifikasi kompetensi. Upaya itu menggandeng Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan dan Bontang.

“Kami ingin tenaga kerja di Kaltim punya nilai jual secara kompetensi dan ini semakin memperkuat SDM kita menyambut Ibu Kota Nusantara,” tegasnya.Red/Ant

 


Bagikan

Related Posts