Kutai Kartanegara, Solidaritas – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus melakukan pembenahan dan meningkatkan fasilitas infrastruktur yang ada disetiap daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara salah satunya adalah membangun Pelataran atau Teras Kota Bangun Ulu yang berada di Kecamatan Kota Bangun.
Teras Kota Bangun merupakan tempat wisata yang berada di tepi sungai mahakam , biasanya oleh masyarakat sekitar lokasi ini dijadikan tempat nongkrong atau berswafoto, karena selain menampilkan kawasan wisata yang indah dan nyaman bagi pengunjung, kawasan Teras Kota Bangun juga dikenal sebagai tempat UMKM menjajalkan usahanya.
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang meresmikan Pelataran atau Teras Kota Bangun Ulu Kecamatan Kota Bangun, Senin ( 7/8 /2025) mengatakan bahwa Teras Kota Bangun merupakan icon terbaru bagi masyarakat Kota Bangun karena tempat ini selain sebagai tempat angkringan anak muda Kota Bangun dan sekitarnya, diharapkan mampu menjadi kawasan ekonomi bagi para UMKM dari wilayah Kota Bangun dan sekitarnya.
Teras Tepian Indah lanjut Bupati Kukar merupakan kawasan yang membentang sepanjang hampir 600 meter, dari RT 11 hingga RT 14. Pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menciptakan tempat bersantai bagi masyarakat serta mendukung pengembangan dan peningkatan UMKM di Desa Kota Bangun Ulu.
Proses pembangunan ini memakan waktu cukup panjang dan Bupati Kukar memberikan apresiasi karena Teras Kota Bangun Indah akhirnya bisa diresmikan tahun ini.
“Ya Alhamdulillah yang beberapa tahun lalu selalu di diskusikan di Tingkat kabupaten dan dengan dukungan pembiyaan kegiatan kecamatan melalui Disnas perhubungan, akhirnya Teras Kota Bangun rampung secara keseluruhan sesuai dengan rencanakan. saat ini Pemkab Kukar berharap pemanfaatannya bisa dikelola dengan baik,” Kata Edi Damansyah.
Sementara itu untuk pemanfaatan atau pengelolaan kawasan ini diserahakan kepada Pemerintah Desa Kota Bangun Ulu sehingga bisa dikelola melalui BumDes , sehingga para pelaku usaha yang beraktivitas dikawasan pelataran bisa terdata dan bisa memberikan pemasukan kepada ke kas Pemdes kecamatan Kota Bangun Ulu.
Para komunitas harus diberi ruang yang baik dipelataran ini, komunitas yang harus diutamakan adalah komunitas komunitas yang ada di Kecamatan Kota Bangun yang ada di desa – desa ,itu yang harus diberi ruang dan didata dengan baik, para pelaku seni juga harus difasilitasi peralatannya, maupun dukungan administratisf terkait, perijinan, peralatan serta pembinaan dan pelatihan semua sudah tertuang dalam program Kukar Idaman.
Saat ini perkembangan UMKM di Kukar sangat pesat pertumbuhannya baik yang baru maupun yang naik kelas, tinggal bagaimana konsistensi kita terkait dengan langkah – langkah pembinaan dan pengembangan UMKM.
“Jadikan pelataran atau teras ini sebagai Icon, tidak hanya tempat duduk orang dimalam hari tapi harus dijadikan kawasan produktif , bukan hanya kepala desa saja tetapi para komunitas yang harus lebih kreatif , supaya kawasan ini bisa lebih produktif, komunitaslah yang lebih banyak berinovasi untuk pengembangannya. Kelola, manfaatkan pelataran atau teras ini sesuai dengan peruntukkannya, khususnya untuk ruang penampilan seni dan budaya khas daerah yang perlu dilestarikan. Jangan lupa, jaga kebersihan dan fasilitas umum yang ada di area Teras,” tegas Edi Damansyah.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengingatkan bahwa pelataran ini akan menjadi icon baru di Kota Bangun, apalagi dilihat dari karakteristik wilayah Kota Bangun yang merupakan pintu gerbang Kabuparten Kutai Kartanegara diwilayah Zona Ulu yang meningkat pesat perkembangannya .
“Kota Bangun merupakan pintu gerbang masyarakat Kutai yang berada di Ulu, sekaligus menjadi pusat perekonomian khusus diwilayah Ulu, karena datangnya warga dari pulau pulau yang ada dikawasan 3 danau untuk berbelanja tentunya menuju ke Kota Bangun, sehingga wajar jika kawasan ini terus berkembang, ditambah lagi adanya berkembangnya sektor perkebunan kelapa sawit, kehutanan, sektor jasa dan beberapa sektor penunjang lainya,”tutup Edi. ADV/Diskominvo Kukar/IL









