News

Warga Kukar Diminta Tidak Panic Buying Menjelang Lebaran

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan menjelang Idulfitri. Lonjakan permintaan secara tiba-tiba dapat menyebabkan spekulasi harga dan memperburuk inflasi di pasar lokal.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono menyatakan stok bahan pokok di wilayah Kukar dalam kondisi aman dan pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan harga.

“Semua kebutuhan tersedia yang penting jangan panik buying sehingga belanja berlebihan. Santai saja. Belanja sesuai kebutuhan sehingga tidak mempengaruhi pasar,”kata Sunggono Sabtu (29/03/2025)

Sejauh ini lanjut Sunggono, pihaknya terus memantau perkembangan pasar. Melakukan operasi pasar di beberapa titik dan ikut memantau arus mudik dan sebagainya.

Pantauan tim menunjukkan bahwa walau pasokan bahan pokok masih dalam kondisi aman, sejumlah komoditas seperti cabai, ayam, telur, dan jahe mengalami kenaikan harga yang fluktuatif. Fenomena ini diperkirakan sebagai dampak dari peningkatan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Sunggono menyampaikan penghargaan terhadap kontribusi petani lokal dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan. Ia menyoroti keberhasilan petani cabai dari Jonggon serta pemasok jahe dan tomat lokal yang memenuhi kebutuhan pasar tanpa harus bergantung pada distribusi luar daerah.

“Kami sangat mengapresiasi ketahanan petani lokal Kukar. Ini jadi bukti bahwa daerah kita punya potensi besar dalam menjaga ketahanan pangan sendiri,” ujar Sunggono.

Selain mengecek harga dan stok, pihaknya juga meninjau kondisi pasar yang kini telah tertata lebih baik. Para pedagang yang telah menempati lapak baru mengaku merasa lebih nyaman dan terbantu dengan fasilitas yang bersih dan rapi.

Sunggono mengajak masyarakat untuk ikut menjaga perputaran ekonomi lokal dengan berbelanja di pasar rakyat. “Dukung pedagang dan produk lokal dengan datang langsung ke Pasar Mangkurawang. Ini bukan hanya soal belanja, tapi juga memperkuat ekonomi kita bersama,” lanjutnya.

” Yang terpenting adalah jangan belanja berlebihan ini, bisa memicu kelangkaan barang secara semu, yang pada akhirnya malah membuat harga semakin tidak terkendali. Kami harap masyarakat tetap berbelanja seperti biasa, tanpa perlu panik,” tegasnya.

Selain itu, TPID Kukar juga telah menerapkan sistem pemantauan harga harian di 12 kecamatan, guna memastikan tidak ada spekulasi harga oleh pedagang yang dapat merugikan masyarakat.

“Dengan konsumsi yang wajar dan terukur, kita bisa menjaga stabilitas pasar dan menghindari lonjakan harga yang tidak perlu,” tambahnya.

TPID Kukar berharap masyarakat dalam berbelanja dapat membantu pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi, sehingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan lebih nyaman tanpa kekhawatiran kenaikan harga bahan pokok yang berlebihan.ADV/Diskominfo Kukar/Sup


Bagikan

Related Posts