Samarinda,Kalimantan Timur- Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 8 hekter untuk merealisasikan sekolah rakyat di Kota Samarinda, sebagai implementasi instruksi pemerintah pusat untuk menyiapkan sekolah bagi masyarakat kurang mampu di Kota Samarinda.
Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah serius dalam pembangunan Sekolah Rakyat dan Pemkot telah menyiapkan Kecamatan Palaran telah dipilih sebagai lokasi strategis pembangunan sekolah tersebut, yang akan dibangun di sekitaran Stadion Palaran.
Walikot Samarinda Andi Harun kepada media mengaku telah telah menerima surat resmi dari Menteri Sosial Republik Indonesia terkait rencana pembangunan sekolah ini. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah penyediaan lahan seluas 5 hingga 7 hektare. Pemkot Samarinda pun segera bergerak cepat untuk memastikan semua persyaratan dapat terpenuhi.
“Dalam surat tersebut dijelaskan persyaratan untuk mendirikan Sekolah Rakyat, salah satunya adalah ketersediaan lahan seluas 5-7 hektare,” kata Andi Harun pada Kamis (27/3/2025) .
Andi Harun menegaskan bahwa Kota Samarinda menjadi satu satunya yang dipilih pemerintah pusat menjadi lokasi pembangunan sekolah rakyat, sebuah program pendidikan unggulan dari Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026.
Ini kepercayaan yang cukup besar lanjut Andi Harun dan Pemkot tidak ingin kehilangan kesempatan emas, dan Pemkot Samarinda telah menggelar rapat koordinasi pada 21 Maret lalu dengan melibatkan BPKAD dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Kota Samarinda.
“Kita sudah kirim surat balasan Hanya dalam dua hari, lokasi yang diusulkan sudah diverifikasi oleh pemerintah pusat dan tinggal menunggu tinjauan langsung dari tim Sekolah Rakyat Jakarta pada 11 April mendatang,” jelasnya.
Sekolah Rakyat ini akan mengusung sistem asrama (boarding school) yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menjelaskan bahwa sekolah ini mencakup jenjang SD dan SMP dengan seluruh fasilitas, termasuk asrama, yang akan dibiayai oleh Kementerian Sosial.
“Syarat utama untuk masuk sekolah ini adalah berasal dari keluarga paling tidak mampu dan harus berdomisili di Samarinda,” tegas Asli.
Pada tahap awal, Pemkot Samarinda mengusulkan kuota 2-3 kelas per jenjang dengan jumlah siswa sekitar 75 orang per tingkat SMP.
“Tenaga pendidik akan disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan sistem pendidikan akan disesuaikan dengan standar nasional,” jelasnya. Pia









