Kutai Kartanegara, Solidaritas-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menstabilkan harga cabai di Kabupaten Kutai Kartanegara , seperti melakukan gerakan tanam cabai yang diberikan kepada 40 Kelompok Wanita Tani Kabupaten Kutai Kartanegara, hasilnya disaat harga cabai melonjak didaerah lain saat ini di Kabupaten Kutai Kartanegara justru turun.
“Kemarin harganya mencapai 100-150 ribu rupiah, saat ini karena program gerakan tanam cabai pemkab Kukar harga cabai di Kukar malah turun, dan dipastikan akan stabil ke harga sebelum kenaikan karena pertengahan maret seluruh wilayah yang menanam cabai akan segera panen,” kata Sutikno kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara senin (11/03/2025)
Lebih lanjut Sutikno mengatakan bahwa sebagai upaya mengendalikan inflasi di Kukar, Disketapang Kukar telah menyiapkan program gerakan tanam cabai, dengan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar di tahun 2024 lalu.
“Jadi melalui program penanaman cabai ini kami memberdayakan para anggota KWT , dan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar di APBD Kukar kami berikan bibit, pupuk hingga honor pendamping desa, harapanya cabai tidak lagi menjadi penyumbang inflasi di Kabupaten Kutai kartaneagra,” jelas Sutikno.
“Gerakan tanam cabai ini akan diberikan kepada 40 KWT yang nantinya secara stuktur akan membudidayakan tanaman cabai di plataran rumah ataupun kebun milik KWT.” Lanjut Tikno.
Sementara metode yang digunakan untuk menanam cabai yakni Planter Bag, agar muatan dan umur tanaman bertahan lama, dalam hal ini memberikan kemudahan untuk kelompok tani yang bertempat di dasar sungai agar dapat memaksimalkan tanamannya.
“Dalam hal ini kami juga ingin ada kemandirian dan inovasi terkait harga cabai yang semakin melonjak. Dan program gerakan tanam cabai ini akan diberikan kepada kelompok wanita tani (KWT) di 14 Kecamatan, guna menjaga stabilitas dan pasokan harga pangan. Satu desa mendapatkan 500 Plater Bag dan ini sudah termasuk sapras, bibit, media tanam hingga pupuk.” Jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa gerakan tanam cabai ini, diargetkan sudah terealisasi pertengahan Desember melalui APBD-P Kukar, guna untuk menjaga stabilitas harga cabai di pasar,
Dengan adanya gerakan tanam cabai ini, diharapkan dapat memberikan ilmu kepada ibu-ibu KWT serta menjadi solusi ditengah harga cabai yang melejit, dia juga mengungkapkan dengan gerakan tanam cabai ini diharapkan mampu mencipatakan kemandirian.
“Kita juga berharap ini menjadi solusi serta mampu memandirikan ibu-ibu KWT.” tutupnya. ADV/Diskominfo Kukar/ Sup









