Kutai Kartanegara,Solidaritas– Lorong Pasar Ramadhan memang pestanya para pelaku usaha, karena sejak 3 tahun terakhir Kecamatan Tenggarong mencatat perputaran uang setiap penyelenggaraan Lorong Ramadhan mencapai puluhan Milyar Rupiah, bahkan ditahun ini Kecamatan Tenggarong menargetkan perputaran uang mencapai Rp 40 Miliar .

Camat Tenggarong Sukono yang ditemui usai pembukaan lorong Ramadhan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah senin (3/3/2025) mengatakan bahwa jumlah pelaku usaha yang ingin bergabung dalam pelaksanaan Lorong Pasar Ramadhan terus bertambah, namun karena keterbatasan lokasi maka tidak semua para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) bisa ditampung semua.
““Antusias pedagang dan pengunjung sangat tinggi. Alhamdullilah, hari pertama sejak resmi dibuka Pak Bupati, Lorong Pasar Ramadhan berjalan lancar dan sukses,” kata Sukono.
Seperti yang disampaikan Bupati Edi Damansyah lanjut Sukono perputaran uang setiap penyelenggaraan Lorong Pasar Ramadhan selalu meningkat, itu artinya bahwa ekonomi masyarakat Kukar cukup baik, bahkan dari hasil peninjauaan bupati ada beberapa pedagang yang berasal dari luar kota Tenggarong.
Ini kemajuan bagi pelaksanaan Lorong Pasar Ramadhann tahun ini, ia berharap lorong pasar Ramadhan di depan Masjid Agung Sultam Sulaiman Tenggarong, Jalan DI Panjaitan berjalan sukses dan lancar hingga akhir Bulan Suci Ramadhan.
“Mudah-mudahan dari awal sampai akhir Bulan Ramadhan, Lorong Pasar Ramadhan berjalan lancar dan sukses. Dan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Sukono.
“Kawasan Lorong Pasar Ramadhan semakin luas dan jumlah pedagang tahun ini mengalami peningkatan. Jadi kita targetkan transaksi perputaran ekonomi tahun ini bisa mencapai Rp35 miliar-Rp40 miliar. Kalau tahun lalu, berdasarkan data, perputaran ekonomi di Lorong Pasar Ramadhan mencapai Rp30 miliar,” tambah Sukono.
Menurut dia, Pemerintah Kecamatan Tenggarong mempersiapkan 100 stan yang diisi pelaku UMKM lokal. Dan, Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Agung Sultam Sulaiman Tenggarong juga ikut berpartisipasi mengelola. Jadi, ada sekitar 200 pedagang yang terlibat dalam kegiatan Lorong Pasar Ramadhan.
“Kita harapkan semakin berkembangnya Lorong Pasar Ramadan ini, maka masyarakat bisa terus menikmati suasana Ramadan. Sekaligus membantu meningkatkan perekonomian lokal,” ucap dia. ADV/Diskominfo Kukar/Sr









