Samarinda,Solidaritas-Presiden RI Prabowo Subianto telah melantik 961 kepala daerah se Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, salah satunya adalah pasangan Walikota Samarinda dan Wakil Walikota Samarinda Andi Harun dan Syaifuddin Zuhri .
Usai pelantikan di Istana Merdeka Andi harun yang ditemui media mengatakan Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) sebagai pilar utama penguatan ekonomi lokal menjadi fokus utama pemerintah Kota Samarinda periode 2 kepemimpinan walikota Samarinda Andi Harun.
Berpasangan dengan Syarifuddin Djuhri , Andi Harun berharap program Pro Bebaya dapat terus berkembang dan menjadi pilar penguatan ekonomi lokal.
“Ketika masyarakat diberdayakan, ekonomi daerah pun akan bergerak lebih dinamis. Itulah tujuan utama kami – menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” kata Andi Harun di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) merupakan Program yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta per Rukun Tetangga (RT), dengan 30 hingga 40 persen di antaranya difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program Pro Bebaya ini bukan sekadar bantuan dana tetapi wadah untuk melatih rakyat agar memiliki keterampilan dan kemampuan membangun usaha secara mandiri. Setelah mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan kami fasilitasi agar mereka dapat mempraktikkannya langsung,” jelas Andi Harun.
Beberapa contoh program yang telah berhasil diimplementasikan. Antara lain lanjut Andi Harun, budidaya perikanan darat, urban farming berbasis RT, pertanian sayur-mayur hidroponik, hingga peternakan kecil. Selain itu, masyarakat juga didorong mengembangkan usaha pembuatan kue tradisional, warung, keterampilan menjahit, dan usaha rumahan lainnya yang tidak hanya memberikan keterampilan tetapi juga membuka peluang penghasilan baru.
“Kami ingin masyarakat tidak sekadar belajar tapi benar-benar bisa memetik hasil dari apa yang mereka pelajari. Misalnya, budidaya ikan lele di pekarangan rumah atau kebun sayur hidroponik yang bisa dikonsumsi sendiri sekaligus dijual. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.
Andi Harun menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi tetapi juga pembangunan infrastruktur berbasis swakelola.
“Selama ini ada anggapan bahwa masyarakat butuh pendidikan khusus untuk mengelola program seperti ini.Tapi kenyataannya, mereka bisa. Dalam tiga tahun kita melihat betapa mereka mampu melaksanakan kegiatan dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan proyek-proyek pemerintah sebelumnya,” tegasnya. Pia








