News

Jembatan Mahakam Ditabrak , Pemerintah Tuntut Ganti Rugi

Bagikan

Samarinda,Solidaritas – Perusahaan pemilik tongkang yang menabrak pilar jembatan mahakam pada minggu (16/02/2025) akan menapatkan sangsi membayar ganti rugi akibat hilangnya fender atau pengaman jembatan mahakam senilai puluhan miliar rupiah.

Pemerintah dalam hal ini PUPR Bersama BPPJN Kaltim saat ini sedang melakukan penelitian kerusakan jembatan yang sebelumnya ditabrak oleh Tongkang Indosukses 28 yang bermuatan kayu dan ditarik oleh Tug Boat (TB) MTS 28.

Tertabraknya jembatan yang dibangun tahun 1983 ini terekam video amatir warga, bahkan dalam dari rekaman video amatir yang beredar, tampak detik-detik tongkang tersebut menabrak pilar Jembatan Mahakam Lama, hingga terdengar suara cukup nyaring saat terjadi tabrakan yang membuat warga sekitar jembatan langsung mendatangi tepi sungai untuk melihat secara langsung kejadian itu.

Tampak dari sisi darat dibawah jembatan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1987 satu unit tongkang yang mengangkut kayu olahan tersangkut di tiang jembatan bahkan perlu 2 jam bagi 4 tugboad yang ada disekitar lokasi untuk mengevakuasi tongkang pengangkut kayu sengon itu terlepas dari jembatan mahakam

Akibat kejadian ini Vender pengaman pilar nomor 3 jembatan hilang bahkan tongkang sempat  menyentuh pondasi pilar nomor 3 yang mengakibatkan jembatan mengalami pergeseran .

Hendro Satria kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Kaltim, Foto Bejo

Hendro Satria kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Kaltim mengatakan bahwa  bbpjn telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan ‘seberapa fatal kerusakan jembatan akibat tabrakan tersebut , hasilnya akan dilakukan kajian bersama dengan tim dari instansi lainnya.

“Secara fisik kita lihat adanya pergeseran beberapa mili diatas jembatan, ini terlihat dari sambungan aspal diatas jembatan saat kami melakukan peninjauaan , beberapa bagian di pilar 3 juga mengalami kerusakan ,” kata  Hendro.

Yang paling fatal lanjut Hendro adalah saat ini tidak ada fender yang melindungi pilar nomor 3 dan nomor 2 jembatan Mahakam saat ini , dan ini sangat riskan dan membahayakan jembatan Mahakam jika Kembali ditabrak tongkang.

“Kita harapkan kejadian ini tidak terjadi lagi, karena saat ini hamper dipastikan tidak ada pengaman sama sekali, jadi kalau pilar ini ditabrak bisa saja mengakibatkan kerusakan cukup fatal bagi jembatan, selama ini ada karena ada fender tabrakan yang terjadi tidak sampai menyentuh pilar jembatan,” jelas Hendro.

“Kami akan meminta pertanggung jawaban merek,  mereka harus mengganti biaya pender atau rusak bahkan hilang tenggelam itukan,  dan mungkin nanti jika ada perbaikan yang kami lakukan terhadap struktur jembatan ini yah perusahaan harus bertanggung jawab memperbaikinya,” kata Hendro.

“Tahun 2018, kami bikin fender dua buah,  nilainya 35 miliar satu fender karena pender itu kita mancang ke bawah tanah,  sampai ketemu tanah keras kita pancang pakai pancangan  baja seperti itu kemudian baru atasnya kita bikin,” jelas Hendro.

Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes pol Hendri Umar mengatakan bahwa tongkang bermuatan kayu  yang menabrak pilar jembatan itu sudah diamankan, saat ini pihaknya telah menerima laporan dari dinas pekerjaan umum, penataan ruang dan perumahan rakyat (DPUPR  dan Pera) Kaltim dan prosesnya sedang berjalan.

Hasil pemeriksaan saat ini menyebutkan bahwa akibat arus deras kapal yang seharusnya  berada ditengah namun tongkang bergerak tanpa bisa dikendalikan sehingga menabrak pilar jembatan, saat itu pandu sudah mengingatkan tetapi terlambat.

“ Sementara itu kerugian yang kita lihat itu di bagian pilar yang bagian pengamanan pilar jembatan mengalami kerusakan cukup fatal, sementara fender hancur karena telindas oleh tongkang, kemudian dilihat dari tongkang juga mengalami kerusakan pada bagian lambung sehingga mengalami kebocoran,” kata Hendri.

“Sekarang untuk tongkang sudah kita amankan, sementara beberapa saksi juga kita periksa untuk mengungkap penyebab kejadian sebenarnya,” jelas Hendri.

Sementara untuk jembatan hingga saat ini Hendri menegaskan jembatan mahakam masih aman dilalui. Red

 


Bagikan

Related Posts