Samarinda, Solidaritas– Hujan yang mengguyur kota Samarinda, Kamis (31/1/2025) tidak menyurutkan kegiatan Musrifah salah satu anggota Tim relawan Tanggap Taruna Bencana (Tagana) Dinas Sosial Propinsi kalimantan Timur menggorek makanan tahu bakso untulk para pengungsi dan petugas di Posko banjir di Perumahan Griya Muksi Sejahtera.
Berkat gorengan Musrifah kondisi posko banjir di perumahan GMS semakin menyenangkan, warga korban banjir yang berada dilokasi juga ikut menikmati renyahnya gorengan tahu bakso yang dibuat Musrifah dengan bahan yang dibawa sendiri dari rumahnya di Loa janan .
Menolong sesama tetap jadi prinsip utama bagi Musrifah ia rela tidak berjualan dan memilih menjadi relawan banjir di dapur umum, dengan keahlianya membuat tahu bakso membuat dirinya selalu menggoreng tahu bakso yang bisa disantap korban bencana dan juga para relawan yang sedang beristirahat.
Walaupun ia sendiri sempat menjadi menjadi salah satu warga terdampak banjir, Musrifah tetap ikhlas membantu warga yang menjadi korban banjir, baginya membantu korban bencana adalah panggilan jiwa.
“Kita membantu itu panggilan hati, panggilan jiwa eh seneng bisa membantu orang yang kesusuahanjadi kita ikut merasakan betapa susahnya orang kebanjiran, padahal saya juga korban kebanjiran, di loa janan air itu didalam rumah selutut,” Kata Musrifah.
“Yang terpenting baginya semua kewajiban dirumah sudah aman, barang barang sudah dinaikan aman, apalagi keluarga sangat mendukung , suami mendukung, anak juga mendukung jadi gak masalah yang penting sebelum berangkat disiapkan masakan,” jelas Musrifah.
Di rumahnya sendiri, Musrifah telah melakukan mitigasi bencana terlebih dahulu, tepatnya saat debit air mulai naik. Ia bersama anaknya membangun pijakan yang terbuat dari kayu untuk penyangga tempat tidur dan peralatan elektronik. “Sudah dibuat sejak airnya tinggi,” sebutnya.
Disinggung mengenai daganganya Musrifah mengaku sejak membantu Tagana Dinsos di Posko Banjir Perum Griya Mukti ia sudah tidak berjualan, namun ia menyerahkan kepada keluarga yang memang sering membantu ia berjualan setiap hari.
“Aman jualan saya ada yang membantu, jadi Ketika saya kesini disana tetap jualan yang terpenting bahanya sudah disediakan, karena kasihan pelanggan kalau tidak berjualan,” tegasnya.
Musrifah berharap genangan segera surut, sebab banjir yang terjadi selama empat hari terakhir membuat aktivitas warga setempat nyaris lumpuh. “Kasihan warga di sini,” tutupnya.
Banjir Mulai Surut

Sementara itu hingga pukul 18.30 wita petugas Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Dinas Sosial propinsi Kalimantan Timur masih memasak nasi untuk sekitar 3000 warga perumahan GMS yang menjadi korban bencana banjir .
Tidak hanya petugas dan relawan tagana yang memberikan pelayanan kepada masyarakat korban banjir, sebagian masyarakat perumahan GMS juga ikut membantu membungkus nasi yang akan disalurkan kepada warga korban banjir.
Ahmad Rasidi kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kaltim mengatakan bahwa dapur umum tidak akan dibubarkan sebelum banjir yang menggenangi rumah warga benar benar hilang.
“kita lihat malam ini nih kondisi cuaca dengan kondisi air sungai karang mumus kalau sudah tidak ada penambahan/ mudahan besok dapur bisa hentikan, tapi kalau tidak kita lanjutkan , sudah turun sekarang , alhamdulillah tidak ada yang mengungsi,” Kata Ahmad.
Sementara Rudi warga blok i1 perumahan GMS mengaku senang adanya posko dapur umum yang membantu masyarakat korban banjir di tempat ini, karena banjir yang menggenangi rumah warga membuat warga tidak bisa keluar dari rumah karena air cukup deras ditambah ketinggian air yang terus bertambah.
Ia sendiri sengaja mengambil 6 bungkus nasi untuk keluarganya langsung ke posko karena ingin membantu petugas agar tidak terlalu berat mengantarkan nasi kerumah rumah korban banjir.
“bagus pak sangat membantu terima kasih banyak pak, bisa sih pak Cuma,” kata Rudi
Sementara itu hingga pukul 18.00 wita banjir yang menggenangi perumahan GMS sudah mengalami penurunan hingga 10 cm, saat ini genangan air yang menggenangi jalan perumahan dan rumah warga berkisar 10-30 cm . Red









