Samarinda,Solidaritas- Dalam rangka memperingati HUT ke 357 Kota Samarianda dan 65 Pemkot Samarinda Walikota Samarinda Andi Harun mengingatkan pentingnya mengetahui sejarah kota Samarinda, karena hal inilah yang merupakan cikal bakal terbentuknya kota ini, serta untuk memperkuat identitas kota dan masyarakatnya.
Beberapa Sejarah yang perlu diingat adalah Samarinda merupakan bagian dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Samarinda menjadi titik kumpul para pedagang dari Hulu Mahakam dan Hilir Mahakam, Samarinda menjadi pusat bandar Kerajaan Kutai.
Dan Saat ini Kota yang berada ditepi sungai mahakam dan memiliki 4 jembatan untuk melintasi sungai mahakam telah menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan industri di Kalimantan Timur, menjadi kota multikultural karena dihuni oleh berbagai suku bangsa.
Dan Yang terpenting adalah Samarinda memiliki warisan budaya yang beragam dan otentik, dan ini bisa dilihat dari banyaknya peninggalan bangunan bersejarah, seperti rumah ibadah, rumah tinggal, dan toko.

Sehingga Walikota Samarinda Andi Harun mengingatkan Pentingnya mengenang sejarah Kota Samarinda dilihat dari upaya untuk menjaga warisan sejarah dan memperkuat identitas kota.
Dari itu Andi Harun, mengungkapkan rencana untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kota Samarinda yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kearifan sejarah yang kaya.
Saat ini Kota Samarinda sedang merancang desain pusat budaya dan sejarah yang akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Pembangunan wisata ini rencananya akan dipusatkan di kawasan Samarinda Seberang.
“Di sini, kita akan membangun pusat budaya yang menggambarkan sejarah penting Kota Samarinda. Salah satunya adalah penyerahan kawasan ini dari Kerajaan Kutai Ing Martadipura yang terjadi di Lapangan Kinibalu, yang kini menjadi Masjid Nurul Mukminin,” kata Andi Harun, Jumat (24/1/2025).
Andi Harun juga menjelaskan masjid Nurul Mukminin memiliki nilai sejarah yang mendalam, karena di tempat ini pertama kali upacara penyerahan kawasan Samarinda dilaksanakan.
Tak hanya itu, Andi Harun juga menjelaskan sejumlah situs bersejarah lainnya, seperti makam La Mohang Daeng Mangkona dan Masjid Shirathal Mustaqiem (Masjid Tua) yang akan diperkaya dengan cerita sejarah untuk menarik minat wisatawan.
“Kami akan merancang desain pariwisata yang mengalir sesuai dengan alur cerita sejarah ini,” jelasnya.
Sebagai bagian dari pengembangan, Gedung Biru yang terletak di kawasan Samarinda Seberang juga akan diperbaiki dan diproyeksikan menjadi pusat pelayanan publik sekaligus destinasi wisata.
“Gedung ini, selain berfungsi sebagai kantor pelayanan juga akan menjadi bagian integral dari rangkaian wisata sejarah yang ada di Samarinda Seberang,” tegasnya. Red









