News

Target Swasembada Pangan, Bendungan Babulu di Paser Mulai Difungsikan

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Demi meningkatkan panen para pertani guna mencapai target swasembada pangan, sesuai harapan dan program Presiden RI Prabowo Subianto, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik meresmikan penggunaan Bendungan Babulu dI Paser , Sabtu (21/12/2024) .  Bendungan seluas 4.3 hektare ini di harapkan dapat mengaliri 320 hektare hingga 520 hektare.

Akmal Malik Pj gubernur Kaltim mengatakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan bendungan yang sudah berusia 46 tahun, maka Pemerintah merehabilitasi Bendungan Babulu Kalimantan Timur (Kaltim) dengan sumber air dari Sungai Babulu karena banyak ditemukan kerusakan dan kebocoran.

Bendungan Babulu berada di daerah aliran Sungai Babulu dan Das Telake yang nantinya akan mampu memproduksi air bersih sekitar 5 hingga 10 liter per-detik. ” setelah dilakukan rehabilitasi oleh pemerintah Propinsi Kalimantan Timur saat ini bendungan sudah bisa memenuhi pasokan air untuk desa Sumber Sari, Desa Rawa Mulia, Desa Babulu Laut dan Desa Rintik,” kata Akmal Malik.

Data yang dimiliki empat desa itu adalah desa dengan angka kemiskinan yang tinggi. “Setelah ini kami ingin Pj Bupati PPU bisa lebih memperhatikan lagi pengaliran airnya bisa sampai ke rumah masyarakat,” harap Akmal.

Akmal juga mengharapkan adanya kolaborasi yang baik dari lintas sektor seperti PLN, sehingga perlu dukungan dari pemerintah kabupaten PPU sehingga kolaborasi ini bisa terealisasikan dan masyarakat mendapatkan air yang bersih.

“Percuma dibuatkan bendungan dibuatkan intake yang bagus tetapi airnya tidak mengalir ke masyarakat,” tegas Akmal.

Walaupun aliran airnya tergolong kecil dengan skala hanya 5 hingga 10 liter per-detik diharapkan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat khususnya di 4 desa ini.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Provinsi Kaltim, Aji Fitra Firnanda, menerangkan Sebelumnya Bendungan Babulu dibangun sejak tahun 1978, dengan sumber air dari Sungai Babulu.

“Tetapi karena umur, banyak kerusakan di tubuh bendungan lalu endapan di genangan yang mana genangan ini luasnya sekitar 4,3 hektar serta kerusakan di pintu air,” kata Fitra.

Sebab banyaknya PR ini membuat fungsinya kurang optimal. Secara fungsional Bendungan Babulu, jelas Firnanda, mengaliri air sawah 328 hektare. “Secara potensial ada 520 hektare yang bisa di aliri oleh bendungan ini, makanya hal tersebut sejalan juga dengan asta cita Presiden RI untuk swasembada pangan, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi untuk mengoptimalkan Bendungan Babulu,” jelas Fitra. Red


Bagikan

Related Posts