Yogyakarta, Solidaritas – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi dilaporkan mengalami peningkatan signifikan menjelang akhir tahun.
Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi tercatat meluncurkan serangkaian guguran lava dengan jarak luncur mencapai 1.500 hingga 2.000 meter dalam periode pengamatan tanggal 27 hingga 29 Desember 2025.
Guguran lava pijar tersebut dominan mengarah ke sektor barat daya, mengikuti alur Kali Bebeng dan Kali Boyong. Suara guguran dilaporkan terdengar beberapa kali dari pos pengamatan terdekat, menandakan aktivitas magma di dalam kawah masih sangat aktif.
Selama tiga hari terakhir, visual gunung terlihat jelas pada pagi hari namun sering tertutup kabut saat memasuki siang dan sore hari.
Selain guguran lava, instrumen seismik juga mencatat adanya rentetan gempa guguran dan gempa fase banyak yang mengindikasikan pertumbuhan kubah lava masih terus berlangsung.
“Jarak luncur maksimal mencapai 2 kilometer ke arah barat daya. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan,” ujar perwakilan tim pemantau dalam laporan harian hari ini, Senin (29/12/2025).
Status Gunung Merapi saat ini masih dipertahankan pada tingkat waspada yang disesuaikan dengan potensi ancaman saat ini. Otoritas setempat memberikan rekomendasi sebagai berikut:
- Radius Bahaya: Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius 3-7 km dari puncak, tergantung pada sektor bukaan kawah.
- Bahaya Lahar: Mengingat saat ini wilayah Yogyakarta dan sekitarnya masih sering diguyur hujan, warga di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Merapi diminta waspada terhadap ancaman banjir lahar dingin.
- Gangguan Abu: Masyarakat diimbau menyiapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif atau guguran yang lebih besar.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus berkoordinasi untuk memastikan jalur evakuasi dalam kondisi siap guna jika aktivitas meningkat ke level yang lebih berbahaya. Red









