Kutai Timur, Solidaritas — Hujan dengan intensitas bervariasi mulai mengguyur wilayah Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim untuk kembali mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing guna mencegah terjadinya banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kutim telah memasuki fase musim penghujan.
Meskipun belum semua kecamatan diguyur hujan secara merata, tren peningkatan curah hujan diperkirakan akan terus terjadi hingga awal tahun depan.
“Kita sudah masuk musim penghujan. Hujan memang belum turun merata, tapi beberapa wilayah sudah sering diguyur dengan intensitas tinggi,” ungkap Naim.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD Kutim telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh kecamatan sejak September lalu.
Surat tersebut berisi instruksi agar perangkat daerah melakukan pengecekan drainase, memastikan aliran air tidak terhambat, serta menyiapkan rencana siaga apabila terjadi genangan.
Naim menuturkan bahwa selain infrastruktur, faktor kebersihan lingkungan juga memegang peran besar dalam mencegah banjir.
Banyak kasus genangan air yang disebabkan oleh tumpukan sampah di parit atau saluran air. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kami mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Saluran air yang tersumbat bisa menyebabkan banjir bahkan hanya karena hujan beberapa jam,” katanya.
BPBD juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa untuk melakukan pemantauan rutin di titik-titik rawan banjir. Jika ditemukan potensi bahaya, tim siaga akan segera diterjunkan untuk melakukan penanganan awal agar situasi tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau prakiraan cuaca dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca terkini.
Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, risiko bencana akibat curah hujan tinggi di Kutim dapat ditekan seminimal mungkin.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan Kutai Timur dapat melewati musim penghujan tahun ini dalam kondisi aman dan terkendali.(ADV)









