Kab. Kutai Kartanegara

Lepas Takbiran , Bupati Kukar Sampaikan Pesan Idul Fitri

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Gema takbir terdengar di mana-mana sepanjang malam takbiran hingga Hari Raya Idul Fitri. Takbiran dikumandangkan baik di rumah maupun masjid-masjid.

Bulan Ramadan dan Idul Fitri bukan sekadar praktik ibadah, tetapi juga momen budaya dan keadaban bangsa di mata dunia. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang toleran dan moderat, yang berlandaskan pada Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa.

Sehingga Bulan Ramadhan mampu menjadi pengingat tentang pentingnya kedisiplinan dan kepedulian, Baik itu kedisiplinan pribadi, kedisiplinan dalam beribadah, maupun kepedulian sosial harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan nyata untuk mencapai ketakwaan yang otentik.

Untuk menutup bulan ramadhan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan takbiran keliling di wilayah Kota Tenggarong, Sebanyak 27 peserta lomba takbiran dilepas dengan pengibaran bendera start dan pemukulan bedug oleh Bupati Edi Damansyah bersama jajaran forkopimda.

Selain peserta lomba, ratusan masyarakat juga berpartisipasi mengikuti pawai takbiran keliling dengan kendaraan berbagai tipe yang turut menyemarakkan yang diawali atraksi tabuh bedug oleh bubuhan Keroan Sempelat Pore sebagai panitia penyelenggara.

“Dalam tradisi kita, Bulan Ramadan dan Idul Fitri adalah peluang yang sempurna untuk saling memaafkan dan memperkokoh kerukunan sosial. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang rukun dan damai, bersatu, dan menjadi teladan bagi umat Islam dunia serta umat manusia secara keseluruhan,” Hal ini diungkapkan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah usai melepas para peserta Takbiran Keliling di didepan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martapura,sabtu (30/3) malam.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar ) Edi Damansyah didampingi Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra, Dandim 0906/Kkr Letkol Czi Damai Adi Setiawan, Sekda Kukar H. Sunggono, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan, serta sejumlah pejabat Forkopimda setempat.

Apalagi tahun ini pelaksanaan takbiran keliling kali ini berbeda dengan tahun – tahun lalu, karena pada tahun ini dilombakan yang diikuti perwakilan masing-masing Kelurahan dan pemenangnya akan hadiah puluhan juta rupiah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya, tradisi takbir keliling di Kabupaten Kutai Kartanegara ini masih terjaga dengan baik, Alhamdulillah bisa kita laksanakan setiap tahunnya dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha,” Kata Edi Damansyah.

Kegiatan takbir keliling lanjut Edi Damansyah diharapkan mampu menjaga persatuan dan persaudaraan, walaupun terdapat perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan itu sebagai salah satu memperkuat persaudaraan.

“Tadi menteri agama telah mengumumkan umat Muslim se-nusantara dan Kutai Kartanegara pada khususnya Insyaallah besok 31 Maret, kita akan merayakan hari raya idul Fitri 1446 H,” jelasnya.

Di Momentum takbir keliling itu Edi mengajak panitia dan peserta untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi takbir keliling, namun di satu sisi harus ada pemahaman bahwa kegiatan takbir keliling ini dilaksanakan dengan riang gembira dan suka cita, namun tidak meninggalkan unsur syiar agamanya menyampaikan pesan melalui takbir keliling.

Karena dalam kegiatan takbir keliling ini ada unsur penilaian, Edi berharap tidak ada hal – hal yang bisa merusak citra dengan penampilan yang tidak sesuai nilai-nilai agama.

“Untuk panitia dan dewan juri saya berharap agak ketat penilaiannya, jangan sampai ada musik – musik yang tidak sesuai, karena memang nuansanya Islami,” ujarnya.

Edi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, semoga amal ibadah yang dilaksanakan selama ramadhan ini tetap Istiqomah dan bisa dilaksanakan di bulan – bulan lain.

“Terimakasih kepada semua pihak, semoga kegiatan ini bisa memberikan pesan kepada seluruh masyarakat, bahwa hari raya idul Fitri kita rayakan dengan penuh suka cita” pungkasnya.

Rute pawai dimulai dari samping Masjid Agung Sultan A.M. Sulaiman, melewati Jalan Patimura, A.M. Sangaji, Pateh Kota, Krama Jaya, Mangkurawang, Diponegoro, Jenderal Sudirman, Ahmad Muksin, dan Wolter Monginsidi, sebelum kembali ke titik awal.

Acara dilanjutkan dengan takbiran dan doa bersama di Pendopo Odah Etam Tenggarong.  ADV/Diskominfo Kukar/ Il


Bagikan

Related Posts