Samarinda, Solidaritas – Warga Jalan Cipto Mangunkusumo RT 40 Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa janan Ilir Kota Samarinda dihebohkan dengan penemuan seorang penjaga malam yang tewas dengan sejumlah luka bekas tusukan benda tajam di tubuhnya, Kamis (19/12/2024) sore sekitar pukul 17.00 WITA.
Aluh ditemukan dalam posisi tengkurap dan menggantung di pembatas dinding kantor dan tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek, sebelumnya sejumlah pekerja melihat Alung (korban) terlihat cekcok dengan warga sekitar.
“Kami baru selesai kerja, terus ngumpul di belakang kapal, tiba-tiba saja langsung ada perkelahian, dibacokin begitu, terus saya kabur keatas. Jadi, pelaku ini Iwan sama Alwi itu bapak sama anak, sedangkan Aluh (korban) sebagai wakar,” katanya Vicky Juanda saat ditemui di lokasi kejadian.
Vicky mengatakan bahwa korban merupakan wakar galangan kapal itu tiba tiba dikeroyok, korban dianiaya hingga meninggal dunia menggunakan senjata tajam. “Dikeroyoknya itu satu menggunakan Mandau, yang satu lagi pakai celurit,” sambungnya.
Tidak hanya korban , para perlaku juga melakukan penganiayaan terhadap istri korban bahkan sajam yang digunakan melukai tangannya.
“Istrinya itu juga kena sajam, saat mau menolong suaminya, terus dia lari ke atas menyelamatkan diri, saya bawa langsung ke rumah sakit,” kata Vicky.
Sementara Aluh sempat berupaya melarikan diri dari serangan para pelaku menuju kantor, namun melihat luka ditubuh korban membuat korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia saat tiba didepan kantor.
“Lukanya itu dileher, badan, dan tangannya, banyak sih itu luka-lukanya, karena dikeroyok pakai Sajam,” jelas Vicky.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya benar, untuk pelaku sudah diamankan, satu berada di rumah sakit karena mengalami luka,” singkatnya. Red









