Samarinda,Solidaritas – Si jago merah mengamuk di tengah pemukiman padat penduduk yang membuat panik warga yang bermukim di sekitar lokasi. Mereka langsung bahu membahu berupaya melakukan upaya pemadaman api, dengan peralatan seadanya.
Kebakaran terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Harapan Baru Gang Tutup RT 07 dan RT. 09, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda Jumat (30/8/2024) sore tadi sekitar pukul 15.40 WITA.
Bangunan rumah yang terbakar rata-rata bermaterial dari kayu, membuat api dengan cepat membesar dan menyebar, bahkan membuat warga gagal menyelamatkan harta berharga milik mereka.
Apalagi jalan sempit dan banyaknya warga yang menonton membuat petugas pemadam kebakarandan penyelamatan kota Samarinda dibantu para Relawan kesulitan mencapai titik api, akibatnya merekapun hanya memanfaatkan selang yang disambung.
Sofianur, warga sekitar mengatakan, saat itu dirinya melihat kobaran api dari gang sebelah rumahnya. “Saya lihat api sudah besar, saya kan tinggal di gang sebelah, ini tempat adik saya, dia lagi kerja makanya langsung kesini,” kata Sofianur.
Saat kejadian Sofianur sempat mendengar suara ledakan, sehingga api langsung membesar. “Infonya asal ledakan dari rumah bertingkat, api jadi setelah ledakan itu, kalau rumah adik saya kena dampaknya juga kaca pecah,” sebutnya.
Sementara Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH mengatakan mereka langsung mengerahkan posko terdekat
“Unit posko terdekat langsung diturunkan, dibantu dengan teman-teman relawan, termasuk PMK swasta, juga warga sekitar,” kata Hendra.
Pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam, lantaran akses masuk ke dalam gang. “Kalau sumber air banyak, karena disuplai dari teman-teman relawan,” katanya.
Untuk bangunan yang terbakar berdasarkan data sementara sebanyak enam rumah tunggal dilahap api. “Ada enam rumah tunggal, rata-rata dari kayu, kalau dugaan sementara korsleting listrik, ” tutupnya.
Kebakaran menyebabkan sebanyak 8 kepala keluarga (KK) atau 24 jiwa kehilangan tempat tinggal. Selain itu, beberapa warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Seorang warga mengalami sesak napas, seorang lainnya luka akibat pecahan kaca, dan dua orang relawan mengalami luka di tangan dan kaki. Red









