News

 Disnaker Samarinda Ditantang Jemput Bola ke Sektor Swasta

Bagikan

SAMARINDA, Solidaritas – Menurunkan angka pengangguran di Kota Samarinda tidak bisa lagi sekadar mengandalkan agenda rutin di atas kertas. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda kini menghadapi tantangan besar untuk merombak total pola kerja lama. Mereka didesak untuk membuang sikap pasif dan mulai proaktif mengetuk pintu perusahaan-perusahaan swasta guna membuka keran lapangan kerja baru.
Sorotan tajam ini datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah. Menurutnya, memperbanyak jumlah acara seperti bursa kerja (job fair) saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas kerja sama dengan sektor swasta.
Politisi partai Gelora ini mengatakan bahwa kunci utama pengentasan pengangguran terletak pada kejelian pemerintah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pencari kerja lokal.
Disnaker dituntut untuk bergerak lincah membangun jembatan komunikasi, baik dengan perusahaan skala besar maupun korporasi yang sedang berkembang di Samarinda.
“Selain menambah kuantitas acara, kualitas kerja sama dengan sektor swasta juga wajib dirombak total,” tegas Harminsyah.
Sikap “menunggu bola” dari perusahaan yang ingin membuka lowongan dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Jika Disnaker tidak proaktif, lowongan kerja yang tersedia di kota ini akan tetap terbatas dan kurang bervariasi.
Mengapa kerja sama erat dengan swasta ini menjadi harga mati? Jawabannya adalah demi memastikan keragaman lowongan kerja. Ketika Disnaker aktif berkomunikasi dengan industri, mereka bisa memetakan posisi apa saja yang sedang dibutuhkan pasar, lalu mendorong perusahaan untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal secara masif.
Namun, membuka lowongan saja belum cukup. Harminsyah mengingatkan bahwa tantangan ini harus diselesaikan lewat satu paket solusi yang utuh. Disnaker perlu memadukan bursa kerja yang intensif dengan program pelatihan kerja serta sertifikasi yang diakui oleh standar industri saat ini.
Melalui kombinasi strategi yang matang inilah, angka pengangguran terbuka di Samarinda yang saat ini masih bertengger di kisaran 5 persen diharapkan bisa dikikis habis secara bertahap.
“Disnaker harus proaktif berkomunikasi dengan perusahaan yang ada, yang sekiranya membutuhkan tenaga kerja, dan memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan tersebut,” pungkas Harminsyah menyudahi percakapan. Adv

Bagikan

Related Posts