Samarinda, Solidaritas – Sunyinya Jalan Abdoel Wahab Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, mendadak pecah pada Senin dini hari. Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan kenyamanan keluarga dan kesiapsiagaan aparat kepolisian terjadi begitu cepat, menyisakan trauma sekaligus rasa syukur yang mendalam.
Peristiwa ini bermula ketika jalanan kota Samarinda mulai lengang. Kondisi jalan yang sepi kerap membuat beberapa pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Malam itu, sebuah minibus Toyota Innova hitam bernomor polisi KT 1198 NZ melaju dari arah Flyover Juanda menuju Jalan AW Syahranie. Di dalam mobil tersebut, sepasang suami istri sedang melakukan perjalanan bersama anak mereka.
Namun malang tak dapat ditolak. Saat mendekati kawasan Polder Air Hitam, mobil Innova tersebut mengalami rem blong. Sang pengemudi seketika kehilangan kendali atas kendaraannya. Pada saat yang bersamaan, mobil Patroli Beat 110 Polresta Samarinda baru saja keluar dari area Polder Air Hitam dan hendak mengarah ke Jalan Juanda.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan. Suara hantaman besi yang nyaring seketika mengejutkan warga sekitar.
Toni, seorang pedagang martabak yang berjualan tidak jauh dari lokasi kejadian, bersaksi bahwa situasi jalan saat itu memang agak lengang. Akibat tabrakan hebat tersebut, kedua mobil sempat terputar dan mengalami kerusakan ringsek yang cukup parah di bagian badan kendaraan.
Jerit ketakutan sempat mewarnai atmosfer pasca-kejadian. Seorang anak kecil yang berada di dalam mobil Innova tampak sangat syok akibat guncangan keras. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda yang tiba di lokasi langsung memberikan perawatan intensif untuk menenangkan sang anak.
Pihak Kepolisian dari Polresta Samarinda yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan dari pengemudi Innova.
Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini murni dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman pada minibus tersebut.
“Pengakuan dari pengemudi, mobil mengalami rem blong sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak mobil patroli Beat 110 yang sedang melintas,” jelasnya.
Meski kedua kendaraan mengalami rusak berat hingga harus ditarik dengan suara gesekan yang memilukan, sebuah keajaiban membungkus insiden ini. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi Innova bersama istri dan anaknya dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Saat ini, kedua mobil telah dievakuasi dari jalan raya agar tidak mengganggu arus lalu lintas pagi. Kasus kecelakaan ini kini ditangani lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas Polresta Samarinda untuk penyelidikan mendalam. Red









