Kriminal

Detik-Detik Mencekam Penikaman di Samarinda Ulu yang Menggemparkan Warga

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Aroma manis dari sebuah kios penjualan minuman di Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam pada Senin malam (6/7) sekitar pukul 19.30 WITA. Riuh rendah obrolan malam itu pecah oleh keributan hebat yang berujung pada pertumpahan darah.
Seorang pria berinisial MF (38), warga Jalan Antasari, tiba-tiba diserang secara membabi buta menggunakan sebilah pisau. Akibat serangan mendadak tersebut, MF ambruk dengan luka tusuk serius di bagian dada kanan dan pinggang belakang sebelah kanan. Kejadian yang begitu cepat ini seketika menggemparkan warga sekitar dan menjadi buah bibir.
Namun, pelarian sang pelaku tidak berlangsung lama. Bergerak dalam senyap, jajaran Opsnal Polsek Samarinda Ulu bersama Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan perburuan kilat.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rahmat Aribowo, Selasa (7/7) mengatakan bahwa berdasarkan ciri ciri pelaku dari masyarakat tim opsnal gabungan akhirnya berhasil membekuk pelaku.
Hanya dalam hitungan jam, tepatnya pukul 21.40 WITA, pelarian pelaku berakhir di sebuah rumah di Jalan M Said Gang Taqwa, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang. Pemuda berinisial AM itu diringkus tanpa perlawanan di rumah pamannya.
Berdasarkah hasil pemeriksaan awal  di balik aksi nekat yang menggegerkan tersebut lanjut Ariwibowo,, terungkap bahwa motif pelaku melakukan perbuatanya termasuk klasik yakni tentang asmara yang tak rela dilepaskan. AM rupanya menyimpan bara sakit hati dan cemburu yang mendalam terhadap korban.
Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, korban MF diketahui sedang menjalin kedekatan dengan mantan kekasih AM. Hal inilah yang memicu api cemburu di hati pelaku hingga nekat bertindak gelap mata.
“Katanya dia masih sayang sama mantannya itu, makanya melakukan perbuatannya terhadap korban yang dekat dengan mantannya. Jadi, pelaku ini cemburu,” ungkap
Saat AM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi bersama barang bukti pisau yang digunakannya, korban MF kini tengah berjuang untuk pulih. Akibat luka tusukan yang cukup dalam, MF harus langsung dilarikan ke ruang darurat.
Hingga saat ini, MF masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Dirgahayu. Kondisinya dilaporkan mulai stabil setelah melewati masa kritis di meja operasi.
“Saat ini korban dalam proses pemulihan, pasca menjalani operasi,” tutup Kompol Rahmat Aribowo.
Cinta yang berubah menjadi obsesi beracun kini menjebloskan AM ke dalam jeruji besi, menyisakan penyesalan mendalam dan trauma bagi mereka yang berada di lokasi malam itu. Red

Bagikan

Related Posts