Samarinda, Solidaritas – Kawasan ikonik Teras Samarinda kembali memancarkan pesonanya. Hanya berselang beberapa hari usai terdampak aksi demonstrasi pada 21 April lalu, ruang publik andalan warga Kota Tepian ini langsung dipulihkan melalui aksi kerja bakti masif, Minggu (26/4/2026) pagi.
Berbeda dari biasanya, kegiatan gotong royong kali ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Kehadiran orang nomor satu di Samarinda tersebut merupakan bentuk evaluasi serius terhadap kondisi fasilitas publik pasca-aktivitas besar di kawasan tersebut.
Sejak matahari baru beranjak naik, ratusan personel dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan sudah berjibaku di lapangan. Setiap instansi sedikitnya mengirimkan 25 orang perwakilan, membuat kawasan sepanjang tepian sungai ini berubah menjadi lautan seragam kerja bakti yang terbagi rapi dalam beberapa blok pembersihan.
Dalam peninjauan di lapangan, perhatian Wali Kota sempat tertuju pada area amfiteater. Ditemukan sejumlah saluran drainase yang tersumbat akibat penumpukan sampah plastik yang dibuang sembarangan. Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemkot untuk kembali mengingatkan kesadaran pengunjung.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga kebersihan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air yang bisa memicu genangan,” pesan Andi Harun.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara menyeluruh. Tak hanya memungut sampah sisa aksi, petugas juga memperbaiki median jalan yang rusak akibat terinjak, menata halte, hingga memoles tulisan “Spirit of Samarinda”.
Untuk hasil maksimal, petugas menggunakan alat penyikat lantai mekanis guna mengangkat kotoran yang menempel di lantai teras. “Hasilnya cukup lumayan, lantai kembali bersih maksimal,” imbuh Suwarso.
Selain itu, armada taktis seperti mobil pemadam kebakaran dan mobil tangga Perumda Tirta Kencana turut dikerahkan untuk membersihkan lumut di dinding atas serta merampingkan ranting pohon kering.
Meski sempat dipadati massa, Suwarso memberikan apresiasi karena tingkat kerusakan di Teras Samarinda tergolong ringan. “Sebetulnya kerusakan tidak terlalu parah, para demonstran juga sudah intelek. Hanya sedikit kerusakan skala kecil yang bisa kita perbaiki dengan cepat,” tuturnya.
Kini, dengan kondisi taman yang telah ditata ulang dan rumput liar yang telah dicabut, Teras Samarinda siap kembali menjadi ruang ternyaman bagi warga untuk bersantai. Aksi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Samarinda bahwa kenyamanan fasilitas publik adalah prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Red









