Samarinda, Solidaritas – Suasana haru menyelimuti GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, saat ratusan jemaah calon haji asal Kota Samarinda resmi diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan pada Sabtu (25/4/2026) sore.
Keberangkatan ini merupakan kelompok terbang (kloter) pertama yang menandai dimulainya perjalanan ibadah ke Tanah Suci bagi warga Kota Tepian.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang melepas langsung keberangkatan para jemaah, memberikan pesan khusus terkait kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Ia mengingatkan para jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Harus pandai-pandai mengatur waktu beristirahat, apalagi setelah sampai di Jeddah melakukan perjalanan ke dua kota suci. Cuaca panas, sangat panas. Gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menjalani ibadah haji dengan penuh khusyuk,” pesan Andi Harun.
Sebagai bentuk perhatian nyata dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, setiap jemaah mendapatkan tambahan uang saku sebesar 100 Riyal atau setara dengan Rp450 ribu per orang. Tak hanya itu, Andi Harun juga menitipkan doa kepada para jemaah agar Kota Samarinda selalu diberkati.
“Didoakan agar kota ini, negeri ini, selalu dilindungi, diberkati, dan dijauhkan dari segala bala bencana. Serta seluruh warga kotanya dipenuhi rasa persatuan, persaudaraan, dan kebahagiaan,” tambahnya.
Di tengah kerumunan jemaah, sosok Saleha (88) menjadi perhatian. Meski sudah memasuki usia senja, warga Jalan Suryanata ini tampak bugar.
Rahasianya ternyata terletak pada persiapan fisik yang matang dengan rutin berjalan kaki sejak ia mendaftar haji lima tahun lalu.
“Lima tahun menunggu, (biaya haji) membayar dari hasil warisan dari bapak,” tutur Saleha dengan penuh syukur.
Selain faktor cuaca, situasi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi sorotan para jemaah. Husein Labib, salah satu calon jemaah haji, mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait keamanan akibat konflik di wilayah tersebut. Namun, ia merasa tenang setelah mendapatkan jaminan dari pemerintah.
“Namanya manusia melihat kondisi peperangan seperti itu kan pasti ada kekhawatiran. Ya dari berbagai masukan dan informasi yang disampaikan pemerintah, baik Arab Saudi maupun Indonesia, ada jaminan untuk keamanan kita sampai ke sana,” ungkap Husein.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama Samarinda, total jemaah yang berangkat pada kloter pertama ini berjumlah 360 orang, terdiri dari 356 jemaah dan empat petugas pendamping.
Profil jemaah kali ini cukup beragam:
- Jemaah Lansia: 66 orang.
- Pengguna Kursi Roda: 18 orang.
- Jemaah Tertua: 88 tahun (Saleha).
- Jemaah Termuda: 19 tahun.
Pelepasan ini diakhiri dengan isak tangis bahagia dari keluarga pengantar saat bus yang membawa para tamu Allah tersebut perlahan meninggalkan GOR Segiri menuju Balikpapan. Seluruh jemaah didoakan agar kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Red









