Samarinda, Solidaritas – Ada pemandangan yang berbeda di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Jalan Biola, Selasa (3/11) . Puluhan insan pers yang biasanya sibuk dengan pulpen, kamera, dan tenggat waktu berita, kini berdiri tegap mengenakan seragam olahraga.
Sebanyak 70 wartawan Samarinda resmi dilepas oleh Walikota Samarinda Andi Harun untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim IV di Balikpapan.
Suasana pelepasan terasa kian hangat dan penuh tawa ketika Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan wejangan. Alih-alih memberikan pidato formal yang tegang, Andi Harun justru meminta para jurnalis ini untuk “bermain dengan bahagia”.
Menariknya, ia juga menyelipkan sebuah kejutan yang langsung memicu riuh tepuk tangan: janji bonus bagi siapa saja yang berhasil membawa pulang medali.
“Selamat bertanding. Jaga kesehatan, jaga istirahat, dan hati-hati di perjalanan. Ikuti saja dengan banyak bergembira. Kalau ada yang juara, insyaallah saya kasih bonus,” ujar Andi Harun di depan para jurnalis yang bersiap membidik medali pada 4–5 November 2026 ini.
Meski nominalnya masih menjadi rahasia, janji tersebut sukses menjadi amunisi motivasi tambahan bagi kontingen Kota Tepian. Andi Harun percaya bahwa suasana hati yang gembira dan tanpa beban justru menjadi modal utama untuk meraih hasil terbaik di arena pertandingan.
Kepedulian orang nomor satu di Samarinda ini ternyata tidak berhenti di level daerah. Andi Harun memahami bahwa anggaran sering kali menjadi batu sandungan bagi organisasi profesi untuk mengirim perwakilan ke ajang nasional.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah kota siap membuka ruang diskusi dan membantu PWI Kaltim agar bendera daerah tetap bisa berkibar di tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau PWI mau ikut walaupun dalam keadaan terbatas, insyaallah saya akan ikut berkontribusi agar ada yang bisa diberangkatkan. Daripada sama sekali tidak ikut,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Andi Harun menyelipkan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa sekencang apa pun mereka berlari di lapangan olahraga atau seseru apa pun mengejar medali, tugas Utama sebagai pilar demokrasi tidak boleh goyang. Daya kritis dan independensi pers harus tetap dijaga sekembalinya mereka ke meja redaksi.
Kini, 70 wartawan Samarinda telah bertolak ke Balikpapan. Mereka tidak lagi sekadar memburu berita, melainkan siap mengukir berita mereka sendiri sebagai juara. Selamat bertanding, jaga sportivitas, dan nikmati kompetisinya! . Red









