DPRD Samarinda

Dulu Hanya Bisa Menunggu, Kini Bayi 700 Gram Bisa Diselamatkan: Harapan Baru Layanan KIA di RSUD I.A. Moeis

Bagikan

Samarinda, Solidaritas — Peresmian Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Gedung Cathlab Jantung di RSUD I.A. Moeis Samarinda pada Senin (31/8/2026) menjadi tonggak sejarah baru. Fasilitas mutakhir di rumah sakit yang terletak di Jalan H.A.M. Rifaddin ini membawa harapan besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Tepian.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Samarinda atas realisasi proyek tersebut. Ia menegaskan, pemisahan fisik antara area perawatan ibu dan anak dari pasien dewasa adalah langkah krusial untuk menekan risiko infeksi silang.
Kehadiran gedung baru ini memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi pasien rentan. Selain pemisahan zonasi pelayanan, gedung KIA yang baru kini mengakomodasi penanganan khusus yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di Samarinda, salah satunya penanganan Thalassemia.
“Saat ini tercatat ada 74 pasien thalassemia yang rutin berobat. Alhamdulillah, sekarang kantong darahnya juga sudah langsung tersedia di RSUD I.A. Moeis tanpa harus mencari keluar. Ini lompatan kualitas pelayanan yang nyata untuk warga,” ujar Sri Puji di sela-sela peresmian.
Sisi paling menyentuh dari transformasi RSUD I.A. Moeis adalah lonjakan kemampuan teknologi kedokteran dalam menyelamatkan nyawa bayi baru lahir. Berdasarkan laporan tim dokter spesialis anak, rumah sakit kini mampu merawat bayi prematur ekstrem dengan usia kehamilan di bawah 27 minggu dan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR).
Sri Puji sempat mengenang masa-masa sulit saat dirinya masih bertugas di lingkungan rumah sakit beberapa tahun silam, di mana keterbatasan alat sering kali berujung pada kedukaan.
“Dulu, dengan kondisi bayi lahir prematur berbobot 700 gram, kita di I.A. Moeis hanya bisa melihat dan pasrah menunggu dijemput maut karena alat tidak memadai.
Sekarang? Alhamdulillah, bayi dengan berat 700 gram bisa dilayani secara optimal dan selamat. Mereka hidup,” kenangnya dengan penuh haru.
Meski sarana fisik dan alat medis kini setara dengan rumah sakit besar, Sri Puji mengingatkan bahwa gedung mewah akan sia-sia tanpa adanya investasi pada manusianya. Ia mendesak manajemen rumah sakit dan Pemkot Samarinda untuk terus memperkuat kompetensi para dokter dan tenaga kesehatan.
Dunia kedokteran berkembang sangat dinamis. Penyakit yang menyerang ibu dan anak kian kompleks, seiring dengan pembaruan metode pengobatan secara global. Penguatan SDM secara berkala menjadi kunci agar RSUD I.A. Moeis bisa meminimalkan rujukan pasien ke luar daerah.
“Harapan saya, inovasi pelayanan tidak berhenti sampai di seremonial peresmian ini saja. Fasilitas dan layanan harus terus ditingkatkan, kapasitas medis diperluas, sehingga ke depan semakin banyak jenis penyakit berat yang bisa tuntas ditangani di rumah sakit ini,” pungkasnya. Adv

Bagikan

Related Posts