Kutai Timur, Solidaritas — Turnamen Voli Ball Open 2025 resmi dimulai pada Minggu (30/11/25) di GOR Kudungga Sangatta dan langsung memantik euforia para atlet, penonton, dan pecinta olahraga.
Sebanyak 23 tim terbaik dari berbagai kecamatan dan klub lokal bertarung memperebutkan gelar juara.
Kombinasi kekuatan pemain muda berbakat dan atlet berpengalaman menjadikan turnamen ini diprediksi berlangsung ketat dan sulit ditebak sejak babak penyisihan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa turnamen Voli Open 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang nyata bagi pengembangan kemampuan atlet lokal untuk melangkah ke level lebih tinggi.
“Kalau hanya berlatih tanpa bertanding, perkembangan atlet akan stagnan, maka turnamen seperti ini tidak hanya mencari juara, tetapi mengasah mental, pengalaman, dan keberanian atlet untuk tampil,” ujar Basuki.
Tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap olahraga voli semakin meluas. Lapangan yang penuh sorakan penonton menjadi bukti bahwa olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan positif bagi warga Kutim.
Basuki menambahkan bahwa Dispora mendukung peningkatan frekuensi kompetisi agar prestasi atlet Kutim berkembang lebih cepat dan terukur.
“Semakin banyak pertandingan, semakin besar peluang atlet kita berkembang, kita ingin Kutim dikenal sebagai daerah yang mampu mencetak atlet berprestasi nasional,” tegasnya.
Turnamen ini diproyeksikan berlangsung sepanjang 11 hari ke depan dengan jadwal pertandingan padat.
Para pelatih dan atlet menyatakan siap memberikan performa terbaik demi merebut titel juara sekaligus membawa nama klub masing-masing ke puncak podium.
Dengan hadirnya Turnamen Voli Ball Open 2025, GOR Kudungga kembali menjadi episentrum aktivitas olahraga daerah.
Turnamen ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang memperkuat ekosistem kompetisi, membangkitkan sportivitas, serta meningkatkan prestasi olahraga bola voli Kutim.(ADV)









