Kutai Timur, Solidaritas – Untuk mempercepat respons dalam menghadapi bencana, BPBD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan kemampuan aparat di tingkat kecamatan melalui program pelatihan dan sosialisasi kesiapsiagaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai pelatihan dasar agar aparat di kecamatan mampu menangani situasi darurat secara cepat dan tepat.
“Kami prioritaskan pelatihan bagi rekan-rekan kecamatan, supaya mereka tahu langkah awal apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” jelasnya, Jumat (7/11/2025).
Selain pelatihan, BPBD juga aktif melakukan patroli dan sosialisasi di kawasan berisiko tinggi seperti bantaran sungai dan sekitar hutan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Naim menambahkan, masyarakat mulai dilibatkan dalam simulasi bencana sebagai bagian dari edukasi agar mereka tahu peran masing-masing dalam kondisi darurat.
“Keterlibatan masyarakat masih terbatas, tetapi setidaknya melalui simulasi mereka bisa lebih paham menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
BPBD Kutim juga memastikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas. Setiap laporan kejadian bencana segera direspons dengan mengirimkan bantuan sesuai kebutuhan.
Menurut Naim, pelayanan bantuan dilakukan dengan prinsip cepat dan tepat sasaran, meskipun disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki.
Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, aparat kecamatan, dan masyarakat, BPBD Kutim berharap seluruh wilayah Kutim semakin siap menghadapi potensi bencana, terutama pada musim penghujan yang mulai tiba.(ADV)









