Pemerintah Desa Muara Enggelam menetapkan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas sesuai anjuran pemerintah pusat. Kepala Desa Muara Enggelam, Madi, mengatakan bahwa program ini telah berjalan dengan baik melalui pemberian bantuan bibit ikan lele kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Muara Enggelam, Madi, mengatakan program ketahanan pangan telah berjalan melalui pemberian bantuan bibit ikan lele kepada masyarakat, sebagai salah satu program prioritas sesuai anjuran pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, program ini cukup berhasil karena banyak warga yang sudah bisa menjual hasilnya dan memperoleh keuntungan. Selain itu, ketersediaan ikan juga membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Pakan yang digunakan pun berasal dari ikan kecil khusus untuk pakan, sehingga tidak berdampak pada lingkungan,” Kata Madi , Senin (18/8/2025).
Selain pemberian bantuan bibit ikan lele, upaya meningkatkan ketahanan pangan di Desa Muara Enggelam juga didukung oleh kegiatan lain seperti pelepasan bibit ikan di Danau Muara Wis. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan ketersediaan ikan di desa.
Desa Muara Enggelam merupakan desa terapung yang memiliki karakteristik unik. Dengan lokasi yang berada di tengah danau, desa ini memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan pariwisata. Pemerintah desa dan masyarakat setempat bekerja sama untuk mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Desa bahkan merencanakan pengembangan wisata terapung, meski realisasinya masih menunggu kepastian dari berbagai pihak.
“Kami akan membangun jembatan yang menyisir dari kampung menuju ke gerbang masuk ke desa Muara Enggelam yang memang sangat terkenal, jadi kami juga akan membangun beberapa fasilitas untuk mempercantik gerbang itu, jadi tidak hanya bgangunan gerbang saja yang populer, namun kami juga akan membangun bagaimana desa Muara Enggelam juga terkenal dari sisi lainya,” jelasnya.
Saat ini Alhamdulillah Desa Muara Enggelam sudah terus berbenah untuk memperbaiki fasilitas penunjang di desa, seperti pelayanan air minum dan juga penyediaan listrik 24 jam.
“Untuk listrik terus kita kembangkan melalui tehnologi tenaga surya, bahkan bumdes kita terus menambah kapasitas baterai agar bisa melayani para pelanggan dengan maksimal, secara bertahap sejak tahun 2015 kami memulai dengan 3 jam menyala hingga saat ini sudah 24 jam menyala,” tegasnya.
Inovasi penggunaan teknologi surya tersebut merupakan hasil dari program yang dikelola oleh Badan Umum Milik Desa (BUMDES) di Desa Muara Enggelam.
Saat ini ada 192 kepala keluarga dan 756 jiwa di Desa Muara Enggelam telah menikmati manfaat dari program listrik tenaga surya.
Peningkatan tersebut juga sejalan dengan kenaikan konsumsi listrik pada rumah di Desa Muara Enggelam, dari yang semula 350 watt menjadi 700 watt.
Penduduk Desa Muara Enggelam sendiri hanya dibebankan iuran listrik setiap harinya berkisar Rp3.000.
Namun, beban iuran tersebut juga tergantung berdasarkan besaran daya listrik yang dikonsumsi oleh setiap rumah.
Inovasi tersebut membawa Desa Muara Enggelam menjadi pemenang top 45 dalam kompetisi pelayanan publik pada tahun 2020.
Selain itu, hasil dari pengelolaan program listrik yang baik oleh BUMDES telah mengangkat status dari Desa Muara Enggelam yang sebelumnya desa tertinggal menjadi desa berkembang pada tahun 2021.
Peningkatan ekonomi desa turut didorong melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut pemerintah desa, BUMDes di Muara Enggelam sudah berjalan baik dan pada tahun 2025 mendapatkan dukungan dana sebesar Rp94 juta untuk penguatan kegiatan ekonomi desa.
“Kami bersyukur karena keberadaan BUMDes telah memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ke depan, kami berharap koperasi seperti Koperasi Merah Muti dapat bekerja sama dengan BUMDes dan pemerintah desa agar mampu meningkatkan taraf hidup warga secara berkelanjutan,” tutup Madi. ADV/DPMD Kukar/IL










