News

Pemprov Kaltim dan Yayasan Swantantra Berkolaborasi untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Sektor Pertanian

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, khususnya di sektor pertanian.

Untuk mewujudkan hal itu Pemprof Kaltim melakukan kerja sama dengan Yayasan Swantantra Pangan Nusantara untuk mendukung pendidikan vokasi pertanian di SMK Al Jabal Nur Samboja, Kutai Kartanegara. Yayasan ini menyumbangkan 50 laptop dan beberapa kambing untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan sumbangsih luar biasa Yayasan Swantantra Pangan Nusantara mendukung pendidikan vokasi pertanian di salah satu SMK di Kaltim. Ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan SDM di daerah ini,” kata Seno Aji  Wakil Gubernur Kaltim saat menghadiri penyerahan bantuan 50 laptop dan sejumlah kambing dari Yayasan Swantantra Pangan Nusantara kepada SMK Al Jabal Nur Samboja, Kutai Kartanegara, Sabtu (7/7/2025)

Lebih lanjut Seno Aji mengatakan sesuai Visi  “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”,  Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan gratis, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis untuk siswa SMK, SMA negeri, dan swasta.

Untuk pengembangan sektor pertanian, Pemprov Kaltim berharap anak-anak Kaltim dapat kembali menekuni sektor pertanian dan peternakan tanpa malu, dengan harga gabah yang mencapai Rp6.500 per kilogram, diharapkan munculnya para petani petani muda yang handal.

“Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan bantuan pertanian, termasuk pupuk dan alat pertanian modern seperti traktor,” jelas Seno Aji.

Khusus untuk sektor pertanian Pemprov Kaltim menargetkan swasembada pangan di Kaltim pada tahun 2026 , dari itu Seno meminta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK Al Jabal Nur.

“Melalui pendidikan vokasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kaltim. Pemprov Kaltim berupaya memperkuat sinergi antara pendidikan dan industri untuk meningkatkan keterampilan lulusan vokasi,” tegas Seno Aji.

Dengan kolaborasi ini, Pemprov Kaltim berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian dan meningkatkan keterampilan lulusan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri pertanian di Kaltim. Red

 


Bagikan

Related Posts