Kutai Kartanegara,Solidaritas – Pemerintah Kabupaten Kutai kartanegara terus berupaya untuk melaksanakan Program dedikasi Kukar Idaman melalui Program Keluarga Peduli Kesehatan.
Program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis indeks keluarga sehat dan pola hidup bersih dan sehat pada desa dan kelurahan,yang dilaksanakan secara sinergi mulai dari pemerintah desa,pemerintah kabupaten, dunia usaha dan perguruan tinggi, dengan melakukan serangkaian kegiatan membangun, merevitalisasi dan mengaktifkan Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu di setiap desa/kelurahanserta Peningkatan Jangkauan dan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah.
Dalam menjabarkan program yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2021 -2026 Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meresmikan layanan kesehatan melalui Poliklinik Desa (Polindes) dan Perumahan Bidan di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Senin (14/4/2025).
Kepala Desa (Kades) Loa Lepu, Sumali menyampaikan bahwa lahan untuk pembangunan Polindes ini merupakan hibah dari seorang warga bernama Mbok Neng, yang tinggal tak jauh dari lokasi pembangunan. Yang mana luas lahan yang dihibahkan mencapai sekitar 600 meter persegi.
“Melalui musyawarah desa, lahan hibah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun fasilitas layanan kesehatan,” kata Sumali.
Sumali mengatakan, bahwa pembangunan Polindes di desa Loa Lepu bersumber dari anggaran dana desa, dengan pagu anggaran sebesar Rp900 juta. Namun, realisasinya hanya sekitar Rp557 juta, sedangkan sisanya ditopang oleh bantuan dari salah satu pengembang perumahan di Loa Lepu, yakni Perusahaan Semanisa Jaya.
“Kami berharap keberadaan Polindes ini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas, serta mendukung program-program kesehatan lainnya di desa,” ungkap Sumali.
Peresmian Polindes dan rumah bidan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan di wilayah pedesaan, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.
Kades menyampaikan, pembangunan Polindes ini diharapkan menjadi role model dalam layanan kesehatan desa, dengan sinergi antara Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa.
“Saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Polindes sebanyak empat orang, terdiri dari dua bidan dan dua perawat. Pemerintah desa juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menambah dokter umum maupun dokter spesialis,” jelasnya.
Disebutkannya, meski belum 100% lengkap dari segi sarana dan prasarana, Polindes sudah siap untuk beroperasi. Layanan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00.
“ Pada Prinsipnya pelayanan berlangsung 24 jam, karena bidan tinggal di lokasi,” tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa inovasi pembangunan Polindes ini didorong oleh kondisi masyarakat yang sering menghadapi antrean panjang di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit. ADV/Diskominfo Kukar/IL









