Samarinda, Solidaritas- Pasar jajanan masyarakat dan aneka kebutuhan pokok masyarakat merupakan tradisi yang tidak pernah hilang disetiap bulan Suci Ramadhan, pasar yang diisi oleh tenang tenan yang berasal dari kelompok UMKM Kota Samarinda ini selalu memanfaatkan bulan Ramadhan untuk menampilkan produknya.
Salah satu inovasi yang diterapkan tahun ini adalah kewajiban penggunaan transaksi digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di seluruh stan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembayaran dan mendukung program digitalisasi keuangan.
Guna memfasilitasi hal itu Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mempersiapkan gelaran Pasar Ramadan yang akan berlokasi di kawasan Stadion GOR Segiri. Pasar dadakan ini menargetkan 130 stan kuliner yang siap meramaikan wisata belanja selama bulan suci Ramadan.
Muslimin Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan dan baik itu penataan maupun verifikasi para tenan atau pedagang yang akan berpartisipas.
“Saat ini, sudah ada sekitar 100 pelaku UMKM yang terverifikasi, dan lainnya masih dalam daftar tunggu,” kata Muslimin, Rabu (26/2/2025).
“Setiap penjual nantinya diwajibkan menyediakan kode QRIS. Kami bekerja sama dengan Bankaltimtara dan Bank Indonesia untuk memfasilitasi penyediaan QRIS bagi para pedagang,” jelas Muslimin.
Pasar Ramadhan GOR Segiri akan memprioritaskan pelaku UMKM lokal, dengan mayoritas peserta berasal dari Samarinda. Verifikasi akhir dan penetapan peserta akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, dengan mengutamakan pendaftar lama.
Tak hanya menghadirkan berbagai kuliner khas, Pasar Ramadhan GOR Segiri juga akan diramaikan dengan berbagai acara menarik di panggung utama. Beberapa agenda yang telah dijadwalkan antara lain lomba melukis, menggambar, memasak nasi, dan beduk sahur.
“Kami ingin menjadikan Pasar Ramadhan ini bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ajang hiburan dan berbagi kebahagiaan bagi masyarakat,” jelas Muslimin. Red









