Samarinda,Solidaritas – Petugas Puskesmas Remaja Samarinda harus menembus arus deras di perumahan Griya Mukti Sejahtera saat mendapatkan informasi seorang Lansia yang terpeleset hingga terjatuh di lokasi banjir tidak jauh dari rumahnya .
Nenek Umi dikabarkan terjatuh saat akan menuju kedapur umum atau posko banjir di pintu masuk perumahan Griya Mukti Sejahtera, beruntung saat kejadian anak korban dan beberapa tetangga melihat dan akhirnya korban bisa diselamatkan meski sempat terbawa arus deras air yang melintas didepan rumahnya.
Petugas medis yang memeriksanya mengatakan bahwa nenek umi sudah lama sakit, jadi karena sejak pagi belum minum obat kemungkinan sakitnya kambuh.
“Mungkin agak lemas karena belum minum obat, nanti kita kasih obat supaya diminum semoga nenek umi tidak apa apa,” kata dokter yang memeriksa.
Sementara itu Siti Zubaidah, Lurah Gunung Lingai, mengatakan bahwa curah hujan dan air pasang Sungai Mahakam menyebabkan genangan air semakin meluas, bahkan sejak Selasa malam genangan air sudah mulai masuk keperumah Griya Mukti Sejahtera.
Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat dengan menerjunkan tim kesehatan dan mendirikan dapur umum di lokasi-lokasi terdampak. Tim kesehatan dari Puskesmas Remaja Samarinda melakukan patroli menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang sakit di Perumahan Griya Mukti Sejahtera.
Pemerintah berharap kejadian ini tidak membuat masyarakat mengalami trauma sehingga langsung meminta petugas kesehatan untuk ada dilokasi banjir, selain itu sejak Rabu (29/1/2025) pagi pemkot Samaridna sudah mendrop kebutuhan pangan agar bisa dimasak pagi ini.
“1.250 rumah yang terendam tidak bisa memasak sama sekali. Sejak pagi kami sudah memasak untuk warga tersebut di satu posko,” kata Siti.
Dapur umum dioperasikan oleh warga perumahan sendiri, meski masih membutuhkan bantuan bahan-bahan untuk kelengkapan dapur.
Abdullah, Plt Camat Sungai Pinang, melaporkan bahwa intensitas hujan yang tinggi sepanjang Selasa malam hingga Rabu pagi menyebabkan peningkatan debit air di wilayahnya.
“Ada dua kelurahan yang terdampak, Kelurahan Gunung Lingai di Perumahan Griya Mukti dan daerah Temindung dekat Ahmad Yani yang berbatasan dengan sungai. Yang paling parah memang di sini, tapi Alhamdulillah ada bantuan dari BPBD, Satpol PP, dan kepolisian,” jelasnya.
Pemerintah kota telah menempatkan perahu dan petugas di berbagai lokasi untuk membantu mobilitas warga.
Posko kesehatan juga didirikan di pos pengamanan perumahan, memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi warga yang membutuhkan.
Dengan meluasnya area terdampak banjir, Pemkot Samarinda terus memantau perkembangan situasi dan menambah bantuan sesuai kebutuhan.
Sementara itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, pada Rabu 29 Januari 2025, banjir telah merendam lima kecamatan dan berdampak pada 5.900 jiwa.
Koordinasi antar instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan bantuan dapat tersalurkan dengan baik kepada warga yang membutuhkan. Red









