Daerah

Kaltim Komitmen Perkuat Pelestarian Hutan, Angka Deforestasi Netto Hanya 0,15 Persen

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat pelestarian hutan. Langkah ini ditempuh melalui berbagai program strategis, mulai dari rehabilitasi lahan, pengendalian pemanfaatan kawasan, hingga kolaborasi intensif dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim, HM Faisal, melalui siaran pers pada Senin (15/12/2025).
Faisal menjelaskan bahwa keberhasilan Kaltim dalam menjaga ekosistem hutan telah mendapat pengakuan internasional. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif provinsi ini dalam program Forest Carbon Partnership Facility–Carbon Fund (FCPF-CF), sebuah skema pendanaan global yang difasilitasi oleh Bank Dunia.
“Ini adalah bentuk pengakuan dunia. Kaltim saat ini tercatat dalam program FCPF-CF untuk pelestarian hutan dan pengurangan emisi karbon berbasis kinerja,” ujar Faisal.
Kondisi Tutupan Hutan Masih Luas
Berdasarkan data resmi, Faisal menegaskan bahwa tutupan lahan berhutan di Bumi Etam masih tergolong sangat luas. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 397 Tahun 2025, luas wilayah Kalimantan Timur mencapai 12,69 juta hektare, dengan kawasan hutan mencakup kurang lebih 8 juta hektare.
Kawasan tersebut dikelola sesuai peruntukannya, meliputi hutan lindung, kawasan konservasi, hutan produksi tetap, hingga hutan produksi terbatas. Sementara itu, data Kementerian Kehutanan tahun 2024 mencatat tutupan lahan berhutan di Kaltim mencapai 7,88 juta hektare atau sekitar 62 persen dari total luas wilayah provinsi.
“Tutupan hutan ini mencakup hutan lahan kering primer dan sekunder, mangrove, hutan rawa, hingga hutan tanaman,” imbuhnya.
Deforestasi Terkendali
Terkait isu deforestasi, Faisal memaparkan bahwa angka deforestasi di Kaltim berada pada level yang sangat kecil jika dibandingkan dengan total luas wilayahnya. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat deforestasi bruto sebesar 36.707 hektare. Namun, di periode yang sama, Kaltim melakukan reforestasi seluas 17.513 hektare.
“Sehingga, angka deforestasi netto kita hanya berada di angka 19.194 hektare. Jika dihitung terhadap luas wilayah provinsi, persentasenya hanya berkisar 0,15 hingga 0,35 persen. Ini jauh di bawah 1 persen,” jelas Faisal.
Data ini, lanjut Faisal, menjadi bukti nyata bahwa kondisi kehutanan di Kalimantan Timur masih relatif terjaga dengan baik. Meski demikian, pemerintah provinsi tidak lantas berpuas diri. Isu deforestasi tetap menjadi perhatian utama demi menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
“Upaya pengelolaan dan pemulihan hutan melalui reforestasi akan terus berjalan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam di daerah,” pungkasnya. Red

Bagikan

Related Posts