Kutai Timur, Solidaritas – Upaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur dalam mengoptimalkan Kawasan Olahraga Kudungga terus menunjukkan hasil nyata. Kawasan yang dulunya hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat kini berkembang menjadi aset daerah yang mampu memberikan pemasukan signifikan setiap tahunnya.
Kinerja pengelolaan yang semakin profesional membuat kawasan ini semakin dilirik oleh pengunjung, komunitas olahraga, hingga penyelenggara kegiatan. Berbagai fasilitas yang telah direvitalisasi menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor olahraga.
Kepala UPT Olahraga Stadion Kudungga, Hadri Nirwan, menegaskan bahwa percepatan peningkatan PAD mulai terasa sejak proses perbaikan sarana prasarana dilakukan.
“Sejak revitalisasi berjalan, penerimaan kita langsung bergerak naik. Dari angka puluhan juta, lonjakannya mencapai ratusan juta hanya dalam satu tahun,” ujarnya.
Pada tahun 2022, PAD dari Kawasan Stadion Kudungga tercatat sekitar Rp 30 juta. Setahun berikutnya, pendapatan melonjak hingga menyentuh kisaran Rp 170 juta, menandai perubahan drastis dalam pemanfaatan fasilitas olahraga daerah.
Kenaikan tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya aktivitas masyarakat, tetapi juga membuktikan bahwa sistem penyewaan fasilitas mulai berjalan rapi dan tertata. Tak sedikit komunitas olahraga kini rutin menggunakan kawasan tersebut untuk kegiatan latihan maupun event.
Tren positif berlanjut pada 2024. Pendapatan dari kawasan itu kembali meningkat hingga mencapai sekitar Rp 255 juta. Angka tersebut menempatkan Stadion Kudungga sebagai salah satu penyumbang PAD stabil bagi pemerintah daerah.
Hadri menjelaskan bahwa peningkatan tidak terjadi secara instan. Pembenahan kawasan, mulai dari lapangan utama, area latihan, hingga fasilitas pendukung, memberi nilai tambah bagi pengguna dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Memasuki tahun 2025, performa penerimaan kembali menunjukkan grafik menanjak. Hingga triwulan ketiga, capaian PAD sudah hampir menyentuh Rp 250 juta, menandakan potensi besar hingga akhir tahun.
Dengan pencapaian tersebut, pihak UPT optimistis target PAD 2025 bisa terlampaui. Hadri menegaskan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan tahun ini menembus sedikitnya Rp 300 juta.
“Minat masyarakat makin tinggi dan penggunaan fasilitas semakin terjadwal. Dengan kondisi itu, kami melihat target yang kami pasang bukan hal yang sulit dicapai,” jelasnya.
Melihat potensi pemasukan yang terus berkembang, Dispora Kutim kini mulai menyusun rencana pengembangan fasilitas baru yang bernilai komersial tinggi. Salah satu yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan kolam renang standar internasional.
Fasilitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya memperluas jenis olahraga yang bisa difasilitasi, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan PAD dari sektor olahraga secara lebih signifikan.(ADV)









