DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Posyandu Desa Batuah, Membangun Sistem Kesehatan yang Lebih Baik

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas- Pemerintah Desa Batuah menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengurus dan Kader Posyandu di Hotel Amaris Samarinda Kamis (7/11/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 112 peserta dari 14 Posyandu Desa Batuah dan fokus pada penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan tenaga kesehatan dan pendamping desa.

dr. Yuyut Arianto, kepala Puskesmas Batuah mengingatkan pentingnya pendekatan siklus hidup sebagai fokus integrasi layanan kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dengan memanfaatkan dashboard situasi kesehatan per desa.

“Strategi penguatan promosi dan pencegahan penyakit di tingkat desa melalui jejaring pelayanan yang menjangkau hingga dusun,” kata Yuyut.

Lebih lanjut Yuyut mengatakan bahwa ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan penguatan promosi dan pencegahan penyakit di tingkat desa melalui jejaring pelayanan yang menjangkau hingga dusun.

Contohnya membangun jejaring pelayanan kesehatan yang kuat dan efektif di tingkat desa, termasuk puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan, kemudian melakukan pelatihan kader kesehatan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan promosi dan pencegahan penyakit di masyarakat.

Yuyut juga mengatakan bahwa pengembangan sistem informasi yang efektif perlu dibangun untuk memantau dan mengelola data kesehatan masyarakat, sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat sasaran.

Membangun kemitraan dengan masyarakat dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan promosi dan pencegahan penyakit dan juga memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam memelihara kesehatan mereka sendiri dan mencegah penyakit.

Pengembangan program promosi dan pencegahan penyakit menurut Yuyut menjadi hal yang spesifik dan efektif untuk masyarakat desa, seperti program pencegahan penyakit menular dan tidak menular, selain itu juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program promosi dan pencegahan penyakit yang telah dilakukan, untuk mengetahui efektivitas dan kekurangan program.

“Kita ingin langkah langkah tersebut menjadi bagian dari tranformasi sistem kesehatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,”

Dengan langkah-langkah itu lanjut Yuyut, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat desa dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ADV/DPMD Kukar/ Sup


Bagikan

Related Posts