DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Terang Kampongku, Menerangi Kehidupan Warga Pedalaman Kukar

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Program Terang Kampongku yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah membawa dampak positif bagi warga di daerah pedalaman. Program ini telah membantu meningkatkan kualitas hidup warga dengan menyediakan listrik untuk kebutuhan dasar seperti lampu, kipas angin, dan pengisian daya telepon seluler. Dengan adanya listrik, warga dapat melakukan aktivitas pada malam hari dengan lebih nyaman dan aman.

Selain itu, program ini juga telah membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Warga dapat menjalankan usaha kecil-kecilan seperti warung atau jasa lainnya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang hidup dalam kegelapan dan dapat menikmati keadilan sosial serta pemerataan pembangunan. Program Terang Kampongku merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan mempercepat pembangunan di daerah pedalaman.

Arianto kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa Kabupaten Kukar mengatakan bahwa secara lokus, program ini memang sudah mencakup seluruh desa dan kelurahan, tapi saat kami turun langsung, masih ditemukan beberapa wilayah seperti dusun dan RT yang belum mendapatkan listrik.

“Karena itu, kami terus mendorong pemerataan, termasuk dengan menambah penerangan jalan umum (LPJU) di lingkungan yang masih gelap,” kata Arianto.

Lebih lanjut Arianto mengatakan PLN Regional Kalimantan Timur telah menindaklanjuti permohonan pembangunan jaringan listrik di dua desa di Kecamatan Kenohan, yakni Desa Lamin Pulut dan Lamin Telihan.

“PLN sudah bersurat kepada Pak Bupati Kukar untuk izin membawa material pembangunan jaringan listrik. Rencananya, dalam dua minggu ke depan material mulai dikirim, dan ditargetkan akhir tahun 2025 atau awal 2026 listrik PLN di dua desa tersebut sudah menyala,” jelasnya.

Selain itu Arianto mengungkapkan bahwa kondisi geografis Kukar menjadi tantangan utama dalam pemerataan listrik. Banyak wilayah yang terpisah oleh danau, bukit, dan sungai, sehingga sulit dijangkau oleh jaringan PLN konvensional.

Dengan adanya PLTS, warga di daerah pedalaman dapat menikmati listrik yang stabil dan berkelanjutan. PLTS juga dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembangkit listrik konvensional.

“Program Terang Kampongku merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan mempercepat pembangunan di daerah pedalaman, sehingga  tidak ada lagi warga yang hidup dalam kegelapan dan dapat menikmati keadilan sosial serta pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Pembangunan infrastruktur PLTS memerlukan investasi besar di tahap awal, yakni sekitar Rp6 miliar hingga Rp12 miliar per titik, tergantung kondisi geografis dan kapasitas sistem.

Pembangunan awal memang mahal lanjut Arianto, karena harus menyiapkan panggung di daerah perairan, bangunan penyimpanan baterai, instalasi kabel, dan panel surya.

Namun setelah beroperasi, tidak ada biaya besar lagi, hanya perawatan, dari itu  DPMD Kukar mendorong pemerintah desa menyiapkan petugas operator dan menggandeng masyarakat untuk berpartisipasi melalui iuran kecil, agar sistem ini tetap terpelihara,” jelasnya.

Lebih lanjut Arianto mengatakan DPMD Kukar terus berupaya untuk memperluas cakupan program ini ke wilayah-wilayah lain yang belum terjangkau listrik khususnya melalui kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Kukar.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa dalam memperluas akses listrik di daerah pedalaman. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan mempercepat pembangunan di daerah pedalaman. ADV/DPMD Kukar/IL


Bagikan

Related Posts