Kab. Kutai Kartanegara

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kukar Siapkan Petani yang memiliki Pengetahuan Memadai

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartaneagra terus melakukan upaya mendukung langkah pemerintahan Prabowo-Gibran tentang ketahanan Panga, Karena Pangan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi umat manusia. Ketersediaannya tidak dapat ditunda. Keterpenuhannya merupakan salah satu hak paling asasi bagi setiap insan. Konstitusi kita bahkan telah mengamanatkan bahwa negara berkewajiban memenuhi kebutuhan tersebut.

Pemerintah kabupaten Kukar melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2021 -2026 telah menetapkan Program Hilirisasi Produk Pertanian salah satu program strategis yang merupakan Program Dedikasi KUKAR IDAMAN, yang ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian, dengan mendorong sektor hilir sebagai pengungkit nilai tambah hasil pertanian Kukar.

Dengan kegiatan strategis membangun Sentra Indutsri Kecil Menangah (IKM) terhadap komoditi unggulan Kukar (Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan). Dengan kegiatan prioritas membangun 3 Sentra IKM di wilayah Kutai Kartanegara.

Dari itu untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya merealisasikan komitmennya untuk memastikan para petani dan peternak di wilayah Kukar mendapatkan akses yang memadai terhadap sumber daya dan pengetahuan.

Hal ini diungkapkan Ahyani Fadianur Diani Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kepada wartawan Minggu (06/04/2025).

Lebih lanjut Ahyani mengatakan bahwa bahwa peran petani dan peternak sangat krusial dalam menjaga pasokan pangan lokal.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahyani

Lebih lanjut mengatakan Pemkab Kukar berupaya memberikan dukungan maksimal dalam bentuk bantuan sarana produksi pertanian serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami ingin memastikan bahwa petani dan peternak di Kukar tidak hanya memiliki akses terhadap bibit unggul dan pupuk, tetapi juga pengetahuan teknis dan pelatihan yang relevan. Hal ini penting agar mereka dapat meningkatkan hasil produksi secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memperkuat produksi pangan, tetapi juga membantu petani dan peternak menghadapi tantangan iklim, fluktuasi harga, serta dinamika pasar yang terus berubah.

“Kita juga terus menggandeng pihak swasta dan lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi mereka,” katanya.

Ahyani juga mengatakan bahwa Pemkab Kukar terus mendorong pemanfaatan lahan produktif seperti sawah, kebun, dan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pemanfaatan lahan secara produktif harus dibarengi dengan akses informasi dan teknologi yang tepat. Dengan begitu, petani dan peternak kita bisa lebih siap bersaing dan mandiri,” pungkasnya.

Ahyani juga menambahkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi antara semua pihak, termasuk masyarakat.

Hal itu memerlukan hadirnya langkah-langkah strategis dan komprehensif. Langkah-langkah tersebut di antaranya menyangkut pemetaan potensi dan database yang akurat dan ter-update, memastikan kelangsungan dan keamanan agraria areal budi dayanya, produksinya yang berkelanjutan, mendorong sosialisasi dan literasi pangan lokal, distribusi, strategi rantai bisnis, serta riset dan inovasinya.
Namun demikian, harus disadari, membangun pangan berkelanjutan membutuhkan waktu yang panjang. Hal ini memerlukan komitmen besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk ‘tak tergoda’ dengan proyek-proyek pangan jangka pendek, pragmatis, namun justru ‘membunuh’ dalam jangka panjang, Food Estate misalnya. Tanpa strategi pangan yang berkelanjutan, cita-cita Indonesia Emas 2045 akan berakhir sebagai mimpi belaka.  Adv Diskominfo Kukar/Pri

Bagikan

Related Posts