Kutai Kartanegara, Solidaritas- Ramadhan akan segera berakhir, namun keberkahan Ramadhan tidak harus berhenti sehingga meski Ramadhan Fair telah ditutup, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara terus berkembang.
Pemerintah Kutai Kartanegara terus menekankan pentingnya sinergi antara kegiatan keagamaan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Karena Pemkab Kukar melalui RPJMD 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).
Program itu adalah Program Usaha Kecil Idaman, yang bertujuan untuk memperkuat sektor Usaha Mikro dan Kecil,dalam meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk,dengan melakukan Fasilitasi Permodalan melalui lembaga Bank dan Non Bank,dan membangun Klinik UMKM di setiap Kecamatan yang ditujukan untuk menyediakan sarana bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing produk dan manajemen usaha, serta meningkatkan jumlah UMKM yang meggunakan sistem pemasaran digital (e-commerce/marketplace).
Hal ini diungkapkan Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Dafip Haryanto saat menutup gelaran Ramadan Fair 2025 yang berlangsung di kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong. Pada Kamis (27/3/2025) malam.
“Diharapkan kedua kegiatan ini yakni Lorong Ramadhan dan Ramadhan Fair bisa bisa saling berkaitan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Dafip.
lebih lanjut Dafip mengatakan bahwa Ramadan Fair tahun ini tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan, tetapi juga diramaikan oleh peserta bazar yang berasal dari pelaku ekonomi kreatif. Kehadiran mereka membuka peluang transaksi ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam Lorong Ramadan.
Dafip pun menegaskan bahwa Pemkab Kukar tidak sekadar menjadikan Ramadan Fair sebagai ajang kreativitas, tetapi juga sebagai motor penggerak industri kreatif dan UMKM di Kukar.
Ramadan Fair menurut Mantan kadis Kominfo Kutai Kartanegara ini telah menjadi salah satu event yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Selain memberikan hiburan bernuansa Islami, kegiatan ini juga berperan dalam membangun kebersamaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan penutupan Ramadan Fair ini, Pemkab Kukar berharap semangat kebersamaan dan dukungan terhadap UMKM terus berlanjut, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga di berbagai kegiatan lainnya di masa mendatang.
“Kami ingin event ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga bisa menggerakkan industri kreatif dan UMKM kita. Semua bisa terlibat dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan ini,” tutupnya. Adv/Diskominfo Kukar/Sup









