News

Perbaiki Kualitas Air, DLH Samarinda Bersihkan Sungai Karang Mumus

Bagikan

Samarinda,  Sungai Karang Mumus menjadi salah satu jalur trasportasi air bagi warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Karang Mumus, selain itu juga menjadi sumber aktivitas mencuci, mandi, dan aktivitas lainya, dan sudah lama menjadi salah satu bahan baku untuk penyedia air bersih untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Sungai Karang Mumus merupakan sungai yang membelah Kota Samarinda dengan panjang aliran 34,7 kilometer di wilayah Kota Samarinda.

Walaupun akhir-akhir ini, sesuai dengan intruksi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda kualitas air Sungai Karang Mumus tidak lagi layak untuk digunakan akibat pencemaran limbah rumah tangga yang melebihi ambang normal.

Untuk melakukan perbaikan mutu dan kualitas Air, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menggelar kegiatan kerja bakti massal dalam rangka membersihkan Sungai Karang Mumus (SKM) dari sampah pada Sabtu, 18 Mei 2024. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Tongkol ini bertujuan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di sungai tersebut.

Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membersihkan SKM dari tumpukan sampah yang telah mencemari air sungai.

“SKM ini kita jaga karena airnya kadang kita gunakan untuk mencuci sehari-hari. Kalau SKM kita kotor, bagaimana mau dipakai untuk mencuci,” ujarnya.

Endang menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia mengingatkan bagi mereka yang tidak ingin terlibat dalam kegiatan bersih-bersih, setidaknya harus disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.

“Jadi intinya kalau tidak mau membantu bersihkan, jangan mengotori. Minimal buang sampah ke tempatnya,” paparnya.

Untuk mencegah sampah masuk ke sekitaran SKM saat air pasang, petugas DLH akan memasang pelampung sebagai penahan sampah. “Setiap terjadi air pasang sudah kita pantau. Sampah itu memang ditahan supaya tidak masuk ke SKM, makanya kita larikan ke tengah agar bisa kita ambil,” ungkap Endang.

Ia mengatakan bahwa DLH telah menerapkan beberapa teknik untuk membersihkan sampah di sungai, seperti pemasangan pipa dan pelampung.

“Saat ini, pelampung sudah dipasang di bagian Ilir sungai. Pemasangan pelampung di bagian Hulu masih terkendala karena sering ditabrak kapal,” jelasnya.

“Nantinya, saat air sungai naik, pelampung akan dipasang untuk mencegat sampah dan mengarahkannya ke tengah sungai,” pungkas Endang.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, DLH Kota Samarinda berharap masyarakat dapat lebih sadar dan mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, terutama di wilayah sungai yang menjadi sumber air penting bagi kehidupan sehari-hari. Pia


Bagikan

Related Posts