Samarinda, Solidaritas – Suasana tenang di Kantor Bersama Samsat Kota Samarinda seketika berubah menjadi ketegangan mencekam pada Selasa (20/10/2026) petang. Warga dan petugas di sekitar area kantor dikejutkan oleh kemunculan kobaran api yang membesar secara tiba-tiba.
Titik api pertama kali terlihat di area meja pelayanan informasi, yang terletak di sisi sebelah kiri bangunan utama. Kobaran api yang cepat membesar di area tersebut sempat membuat para petugas di lokasi ketakutan dan panik.
Aksi tanggap darurat yang cepat menjadi kunci penyelamatan gedung berlantai tiga ini. Kebetulan, Posko Dua Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Begitu menerima laporan, armada pemadam langsung meluncur dan tiba di lokasi dalam hitungan menit, mencegah api menjalar lebih jauh ke area vital gedung.
Namun, proses penjinakan api tidak berjalan tanpa hambatan. Petugas Damkar harus berhadapan dengan kepulan asap hitam yang sangat tebal serta bau menyengat dari material yang terbakar di dalam ruangan. Situasi ini memaksa petugas mengenakan tabung oksigen untuk bisa menembus gedung dengan aman.
Sukirman, petugas keamanan yang pertama kali menyaksikan insiden tersebut, mengaku sangat syok. Saat ia baru saja tiba di area kantor, api rupanya sudah membumbung tinggi.
“Api dari bagian informasi. Saya baru datang taruh motor, tahu-tahu sudah kebakaran dan orang-orang sudah teriak-teriak,” ungkap Sukirman dengan nada gemetar saat mengingat kejadian tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, amukan si jago merah ini diduga kuat dipicu oleh masalah kelistrikan pada perangkat elektronik yang berada di meja informasi.
Petugas Pemadam Kebakaran Samarinda, Ikhsan, menyatakan bahwa area meja informasi memang dipenuhi perangkat operasional seperti komputer. Namun, kepastian penyebabnya masih harus menunggu penyelidikan lebih lanjut.
“Titik api berada di sekitar meja operasional informasi. Di sana terdapat beberapa alat elektronik komputer, kayaknya meja pendaftaran. Kalau penyebab pastinya kita belum tahu, karena posisi sekarang pada saat kejadian lagi padam listrik,” jelas Ikhsan di lokasi kejadian.
Meski baru saja dilanda musibah, masyarakat Samarinda yang ingin mengurus dokumen kendaraan tidak perlu khawatir. Pihak Samsat memastikan roda pelayanan publik tidak akan mandek.
Kepala UPTD Kantor Bersama Samsat Samarinda, Indun Salbiah Ningsih, menjelaskan bahwa pihaknya masih meneliti total kerusakan yang terjadi. Ia juga membeberkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, kondisi aliran listrik di kawasan tersebut memang sempat mengalami gangguan sejak siang hari.
“Saya belum bisa memberikan keterangan banyak karena belum tahu pasti kondisinya seperti apa di dalam. Memang sejak siang tadi sudah mati lampu, voltasenya juga turun naik, turun naik,” ujar Indun.
Kendati demikian, Indun menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat dipastikan akan tetap berjalan normal keesokan harinya. Jika fasilitas di dalam gedung belum siap digunakan, Samsat Samarinda sudah menyiapkan rencana cadangan demi kenyamanan warga.
“Oh tidak (terganggu), pelayanan tetap jalan normal besok karena dampak kerusakan hanya terbatas pada meja informasi itu saja. Mungkn nanti jika malam ini listrik belum tersedia, kita tetap akan melakukan pelayanan menggunakan armada Bus Samsat Keliling saja,” pungkasnya optimis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat telah tiba di lokasi dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki secara pasti penyebab utama di balik insiden kebakaran ini. Red









